
Plt. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Ivan Akhmad.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Sekitar 74 event yang dinanti dari seluruh kecamatan, akan hadir sepanjang tahun 2026. Hal ini disampaikan langsung pada acara launching kalender event daerah Kukar di Taman Musik Kota Raja, Selasa (30/12/2025) malam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promosi pariwisata daerah melalui berbagai atraksi wisata yang berkelanjutan.
Plt. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Ivan Akhmad menjelaskan, untuk tahun 2026 nanti akan berisi rangkaian kegiatan atau event yang di mulai bulan Januari hingga Desember 2026.
Event-event tersebut berasal dari kecamatan, desa, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga komunitas, yang sebelumnya telah melalui proses pendataan.
"Jadi tidak semua event langsung masuk. Kami bersurat dulu ke seluruh kecamatan dan OPD untuk mendata rencana event tahun 2026. Setelah itu, event-event tersebut kami data, " ujar Ivan pada Kutairaya.com Selasa (30/12/2025) malam.
Ia menerangkan, salah satu syarat agar sebuah event dapat masuk ke kalender event adalah, event minimal sudah dua kali dilakukan, dan dapat menarik minat banyak masyarakat. Selain itu, karakteristik event juga menjadi penilaian penting.
"Kalau event tersebut punya ciri khas, misalnya mengangkat budaya, sejarah, atau kearifan lokal, maka itu menjadi nilai tambah. Event seperti ini bisa memperkuat identitas daerah dan layak masuk kalender event," ucapnya.
Dari hasil pendataan tersbut, telah ditetapkan sebanyak 74 event yang akan hadir di seluruh kecamatan Kukar. Event-event ini diharapkan menjadi daya tarik wisata dan mampu meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke Kukar, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
"Untuk event baru kemungkinan pasti ada. Tapi nanti kita lihat dulu pelaksanaannya, kita evaluasi. Kalau bagus, pengunjungnya banyak, dan berdampak positif, itu bisa kita pertimbangkan untuk masuk kalender event tahun 2027," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, untuk masuknya sebuah event ke dalam Kalender Event tidak otomatis dibiayai oleh pemerintah daerah. Sumber pendanaan event bisa berasal dari berbagai pihak.
"Pendanaan tidak hanya dari Pemerintah. Bisa dari dana desa, anggaran kecamatan, OPD pelaksana, bantuan CSR perusahaan, hingga swadaya masyarakat," terangnya.
Dengan diluncurkannya Kalender event 2026, pihaknya berharap, agar seluruh event dapat dilaksanakan sesuai agenda yang telah ditetapkan, dengan kualitas yang semakin baik dari tahun ke tahun. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong kemandirian dan inovasi masyarakat di kecamatan.
"Tujuan akhirnya pasti untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Kukar. Ketika wisatawan datang, mereka berbelanja dan beraktivitas di sini, sehingga perputaran uang meningkat dan ekonomi daerah ikut tumbuh," pungkasnya. (*zar)