• Rabu, 13 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Anggota Sanggar Tari Kutujung Lamiang dari Kecamatan Kembang Janggut. (Foto: Dok. Sanggar Tari Kutujung Lamiang)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Sanggar Tari Kutujung Lamiang hadir sebagai wadah kreativitas bagi pemuda dan pemudi untuk menyalurkan bakat seni, khususnya di tari.

Sanggar ini rata-rata diisi dengan usia anak-anak dan remaja, yang memiliki minat dan semangat besar dalam melestarikan seni di Kukar.

Ketua Sanggar Tari Kutujung Lamiang, Michelle Aulia menjelaskan, sanggar ini terbentuk atas keprihatinan terhadap potensi anak-anak muda di Desa Bukit Layang dan Desa Perdana di Tari, Kecamatan Kembang Janggut. Sanggar ini terbentuk beberapa bulan lalu, pada Agustus 2025.

"Awalnya saya melihat banyak event di sekitar desa, dan dari situ kelihatan sekali potensi anak-anak di Desa Perdana dan Bukit Layang. Mereka sangat bersemangat kalau sudah menyangkut tari," ujar Michelle pada Kutairaya.com saat dihubungi, Sabtu (27/12/2025).

Sanggar Tari Kutujung Lamiang dibentuk untuk mewadahi bakat dan minat generasi muda dari dua desa tersebut. Anggotanya tidak hanya berasal dari satu suku, melainkan berbagaai suku. Untuk itu dinamakan Kutujung Lamiang.

"Nama Kutujung Lamiang diambil dari simbol adat Dayak. Artinya melambangkan keberagaman suku. Karena anggota kami ini tidak hanya dari suku Dayak aja, tapi juga ada dari suku Kutai dan lainnya," jelasnya.

Saat ini, Sanggar Tari Kutujung Lamiang fokus melestarikan seni tari tradisional Dayak, seperti Tari Gantar dan Tari Ngelewai. Jumlah anggota sanggar saat ini berjumlah 30 orang lebih, dengan rata rata usia mulai dari 12 hingga 18 tahun.

Meski baru terbentuk, ia mengaku sudah melihat berbagai kendala, seperti kurangnya dukungan dari Pemdes terkait fasilitas dan tempat latihan.

"Awalnya sanggar ini mau dibuka di Desa Bukit Layang saja, tapi karena belum mendapat dukungan dari pemerintah desa, akhirnya kami buka untuk dua desa sekaligus, Bukit Layang dan Perdana. Kami juga sudah mengajukan proposal ke Desa Perdana, tapi sampai sekarang masih belum ada kejelasan," ungkapnya.

Selain tempat latihan, dukungan dari Pemdes dinilai sangat penting untuk perkembangan jangka panjang. Saat ini, pihaknya masih fokus membenahi internal sanggar dan mengatur kegiatan para anggota.

"Kami masih berbenah, masih fokus ke anggotanya dulu, dari sanggar kami juga sudah pernah nampil di berbagai event, mulai dari event desa dan lainnya, " tambahnya.

Ia berharap, Pemdes kedepannya dapat lebih memperhatikan dan mendukung Sanggar Tari Kutujung Lamiang sebagai wadah bagi generasi muda.

"Harapannya semoga proposal kami bisa cepat di ACC. Sampai sekarang belum ada akses atau tanggapan dari Pemdes," tutupnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top