Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengemukakan, capaian kegiatan tahun anggaran berjalan, baik fisik maupun nonfisik, secara umum telah berjalan dengan lancar.
Namun, realisasi keuangan masih menjadi kendala utama akibat keterbatasan anggaran.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto mengatakan, kegiatan nonfisik seperti bimbingan teknis (bimtek), pelatihan, serta kegiatan yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), secara pelaksanaan telah mencapai 80 hingga 90 persen, bahkan sebagian besar sudah selesai sepenuhnya.
"Kalau nonfisik sebenarnya sudah selesai semua. Tinggal proses penagihan saja, karena realisasi anggarannya belum bisa sepenuhnya terbayarkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan realisasi keuangan berdampak pada masih tertunggaknya pembayaran kepada sejumlah pihak ketiga, seperti hotel dan rekanan yang terlibat dalam kegiatan pelatihan dan bimtek.
"Kami ditagih oleh rekanan, termasuk pihak hotel. Sampai sekarang memang belum bisa dibayarkan karena terkendala proses realisasi anggaran. Ini tentu menjadi perhatian kami," ucapnya.
Sementara untuk kegiatan fisik, Pujianto menyebutkan progres pekerjaan rata-rata telah berada di atas 90 persen.
Namun, penyelesaian hingga 100 persen juga masih bergantung pada ketersediaan anggaran.
"Secara fisik, progres di lapangan rata-rata sudah di atas 90 persen. Tinggal mendorong penyelesaian sisa pekerjaan, tapi kembali lagi, persoalannya apakah dananya tersedia," katanya.
Pujianto menegaskan, apabila terdapat pekerjaan yang tidak selesai hingga akhir tahun anggaran, maka tidak bisa serta merta dilanjutkan pada tahun berikutnya.
Pasalnya, sebagian besar proyek Disdikbud merupakan proyek tahunan, bukan proyek multiyears.
"Kalau tidak selesai tahun ini, maka harus melalui proses penganggaran dan perencanaan ulang. Tidak bisa langsung dilanjutkan begitu saja," ujarnya.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dan realisasi keuangan bisa segera dituntaskan, sehingga tidak menyisakan tunggakan kepada pihak ketiga hingga akhir tahun.
"Harapan kami pekerjaan selesai, realisasi keuangan tuntas, dan tidak ada lagi utang kepada rekanan di akhir tahun," ucapnya.
Di sisi lain, Pujianto mengakui adanya penurunan anggaran yang cukup signifikan, bahkan mencapai sekitar 50 persen.
Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan program, mengingat sejumlah pos anggaran seperti transfer ke sekolah, insentif guru, dan Dana BOS tidak bisa dikurangi.
"Akhirnya kegiatan lain yang harus dikurangi atau ditiadakan. Yang paling utama tetap Dana BOS dan insentif guru," tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kukar, Muhammad Idham, menekankan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kualitas pendidikan di Kukar.
Menurutnya, pendidikan perlu ditingkatkan dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar para pelajar.
"Kualitas kemajuan pendidikan harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, karena pemerintah dituntut untuk bisa memberikan fasilitas baik sarpras (sarana prasarana) maupun pembinaan kepada anak-anak didik," tuturnya
Ia berharap ke depan, sektor pendidikan di Kukar dapat terus berkembang dengan dukungan sarpras sekolah sampai tenaga pendidik yang kompeten dan berkualitas.
"Harapan kami ke depan, pendidikan di Kukar semakin maju dengan kualitas guru yang semakin baik," ucap Idham. (dri)