
Banner Lebak Cilong Fest.(Foto: Dok. Panitia Lebak Cilong Fest)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Sebagai upaya untuk memperkenalkan Desa Lebak Cilong sebagai desa dengan budaya dan gotong royong nya. Desa tersebut akan menggelar Lebak Cilong Fest pada 27-29 Desember 2025 mendatang di lapangan Voli Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis.
Kegiatan ini menjadi agenda spesial karena bertepatan dengan HUT Desa Lebak Cilong ke 110.
Ketua Panitia Lebak Cilong Fest, Muhammad Suryadi menjelaskan, kegiatan ini sebenarnya merupakan lanjutan dari agenda tahunan sebelumnya yang dikenal dengan nama Gerak Bebaya Etam. Tapi, setelah dilakukan rembukan, diskusi dan koordinasi bersama, nama kegiatan diubah menjadi Lebak Cilong Fest agar lebih ditonjolkan identitas desa.
"Karena ini ulang tahun desa yang ke 110, kami anggap spesial. Maka kami sepakat mengganti nama event menjadi Lebak Cilong Fest, tapi konsep dasarnya tetap sama," ujar Suryadi.
Ia menegaskan, konsep acara tidak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, tetap mengangkat budaya dan seni khas Desa Lebak Cilong, terutama seni tradisional dan olahraga tradisional yang hingga kini masih terus dijaga.
"Jadi kami akan hadirkan berbagai kesenian, terutama olahraga tradisional, itu tidak pernah kami tinggalkan," jelasnya.
Lebak Cilong Fest juga menjadi wadah untuk membangkitkan kembali budaya Kutai agar tidak hilang tergerus zaman. Menurutnnya, semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Lebak Cilong menjadi pondasi lahirnya acara ini.
"Lebak Cilong ini dikenal dengan kerakatan masyarakatnya. Gotong royongnya luar biasa. Itu yang membuat kami semua semangat untuk acara seperti ini ," katanya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Lebak Cilong Fest selalu mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Berbagai gebrakan unik yang selalu jadi ikon dalam acara, salah satunya pembuatan pondok-pondok bernuansa kampung bahari zaman dulu yang menyajikan makanan tradisional khas Kutai, seperti nasi bekepor dan lainnya.
Untuk tahun ini, panitia berencana membuat 10 pondok, yang melibatkan 10 RT di Desa Lebak Cilong, di mana setiap RT bertanggung jawab untuk satu pondok. Pondok-pondok tersebut akan dibuat secara alami.
"Nanti saat momen beseprah, makanan-makanan khas Kutai akan disajikan di pondok-pondok itu. Pengunjung bisa makan sambil melihat langsung kuliner tradisional yang jarang ditemui sekarang," ungkapnya.
Mengenai persiapan, pihaknya menerangkan saat ini progres kegiatan sudah mencapai sekitar 50 persen dan terus dikerjakan secara gotong royong bersama warga.
Mengingat acara akan dimulai pada 27 Desember nanti, panitia terus memaksimalkan persiapan agar kegiatan berjalan lancar.
"Kami ingin orang luar tahu bagaimana eratnya masyarakat Lebak Cilong, bagaimana gotong royongnya. Kami juga ingin budaya ini tidak punah dan anak-anak muda tidak melupakan warisan budaya karena perkembangan zaman," tutupnya. (*zar)