
Banner Konser Kan Gigs.(Dok. Kan Gigs)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Sebuah wadah bagi perkembangan seni musik lokal, hadir di Tenggarong melalui acara yang berjudul "Kan Gigs", sebuah acara atau konser musik yang bertujuan memberikan panggung bagi band-band lokal, khususnya dari kalangan mahasiswa dan komunitas seni musik.
Ketua Produksi Kan Gigs, Ken Arya Herjuna menjelaskan, acara ini lahir berdasarkan keresahan kawan-kawan, melihat kondisi saat ini yang minimnya kegiatan seni, terutama seni musik di Tenggarong.
"Acara ini sebenarnya berangkat dari keinginan teman-teman yang merasa kegiatan seni musik itu mulai kurang. Jalannya seni musik selama ini kebanyakan hanya ada di ranah mahasiswa," ujarnya pada Kutairaya.com di Tenggarong, Selasa, (23/12/2025).
Acara ini akan berlangsung pada 27 Desember 2025 mendatang di Kane Coffe Space, Mangkuraja 7, Tenggarong.
Ia juga menyorot kondisi kegiatan kesenian di lingkungan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) yang dinilai mulai melemah. Hal tersebut mendorong panitia untuk menghadirkan "Kan Gigs" sebagai wadah untuk mewujudkan mimpi band-band kampus agar bisa tampil di atas panggung.
"Kami mengadakan Kan Gigs ini untuk mewujudkan impian band-band Unikarta sebenarnya. Karena di Unikarta sendiri ada beberapa band yang butuh panggung untuk berkarya,"jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Kan Gigs berada di bawah naungan Murphy Radio dan menghadirkan band Murphy sebagai salah satu penampil utama. Kehadiran Murphy Radio diharapkan dapat membantu band-band lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat.
"Di Tenggarong sebenarnya potensi musik itu banyak, cuma kurang tersorot. Biasanya hanya bergerak di kolektif-kolektif kecil. Kami ingin membawa band yang bisa mengangkat band-band kecil ini supaya lebih terlihat," tambahnya.
Kan Gigs sendiri merupakan acara yang pertama kali digelar, hasil kolaborasi antara mahasiswa Unikarta, khususnya dari Fakultas Teknik Pertambangan, dengan Kane Coffee Shop sebagai penyedia tempat acara.
Antusiasme masyarakat terhadap Kan Gigs terbilang tinggi. Tiket untuk H-3 acara akan ditutup,karena melihat kondisi tiket yang mulai menipis terjual.
"Alhamdulillah antusiasnya besar sekali. Penonton datang dari Samarinda, Tenggarong, sampai Balikpapan," ungkapnya.
Saat ini, persiapan acara telah memasuki tahap akhir. Panitia telah melakukan dekorasi tempat dan memastikan seluruh kebutuhan produksi, mulai dari sound system, alat musik, hingga LED, telah siap dengan dukungan vendor.
Untuk penampilan, Kan Gigs akan menghadirkan tujuh penampil. Selain band-band utama, panitia juga berencana memberi kesempatan kepada pelajar dari SMK Negeri 2 Tenggarong untuk tampil pada sesi sore, sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi musisi muda.
"Awalnya kami ingin melibatkan adik-adik SMA dan SMK lebih banyak, tapi karena respons yang cukup lambat dan jadwal yang sudah mepet, mereka belum bisa masuk di line up utama. Tapi rencananya tetap ada penampilan sore," ungkapnya.
Ia berharap, Kan Gigs bisa terus berlanjut sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku seni musik di Tenggarong.
"Harapannya, kegiatan seni seperti ini bisa lebih diapresiasi, salah satunya lewat tiket berbayar. Jadi para musisi lokal juga mendapat apresiasi dari antusias masyarakat," tuturnya.
Ia juga menilai, selama ini konser besar lebih menghadirkan band dari luar daerah, sementara musisi lokal justru kurang mendapat sorotan atau panggung.
"Menurut saya, acara seperti ini justru bisa mengangkat pencetus seni lokal, band-band kecil, supaya mereka bisa lebih dikenal," pungkasnya. (*zar)