Pembagian MBG di SMP Negeri 2 Tenggarong.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Tenggarong tetap berjalan meskipun memasuki masa libur sekolah.
Pendistribusian makanan dilakukan dengan melibatkan orangtua murid yang datang langsung ke sekolah untuk mengambil jatah MBG.
Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yusuf menjelaskan, pendistribusian MBG dilakukan secara terjadwal dan terkoordinasi.
Untuk hari ini, pengambilan makanan dilakukan mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA, menyesuaikan waktu pengantaran dari penyedia.
"Distribusi hari ini kami lakukan untuk jatah dua hari. Jadi besok tidak ada pengambilan, dan distribusi berikutnya dilakukan kembali dua hari kemudian," ujar Yusuf, Selasa (23/12/2025).
Ia menerangkan, sistem pengambilan MBG dilakukan langsung oleh orangtua murid ke sekolah.
Namun bagi murid yang tidak dapat hadir atau tidak sempat mengambil, pihak sekolah berinisiatif memberikan jatah ganda kepada murid lain agar makanan tidak terbuang.
"Kadang ada murid yang tidak hadir karena sudah libur, jadi jatahnya kami berikan kepada murid lain. Tetap kami atur agar distribusi berjalan tertib," tuturnya.
Untuk menu MBG selama hari libur, Yusuf menyebutkan makanan yang diberikan bukan makanan berat, melainkan makanan selingan berupa roti, susu, buah, dan telur.
Orangtua diminta membawa wadah atau tumbler sendiri karena makanan dikemas praktis dan tinggal dipindahkan.
"Menu ini berbeda karena sedang masa libur. Sekali pengantaran bisa untuk beberapa hari. Jumlah penerima di SMPN 2 Tenggarong lebih dari 800 siswa," katanya.
Program MBG di sekolah tersebut dijadwalkan tetap berjalan hingga akhir pekan.
Khusus hari Sabtu, menu yang diberikan berupa makanan ringan, sementara makanan berat biasanya diberikan pada hari efektif sekolah.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Jalan Panjaitan Tenggarong, Idam, memastikan distribusi MBG selama libur sekolah tetap berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
"Walaupun libur sekolah, distribusi MBG tetap berjalan. Makanan disalurkan ke sekolah, lalu orangtua atau murid mengambilnya di sekolah masing-masing," kata Idam.
Ia berharap program MBG tetap bisa dinikmati oleh para pelajar meskipun tidak ada kegiatan belajar mengajar.
"Harapan kami, walaupun libur, MBG ini tetap bisa dinikmati dan bermanfaat bagi para murid," ucapnya. (dri)