Kabag Kesra Kukar, Dendy Irwan Fahreza .(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) sedang mematangkan rencana program apresiasi bagi para guru mengaji.
Program tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dan menunggu pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2025–2029.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Dendy Irwan Fahreza mengatakan, rancangan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar pelaksanaan program masih disusun sambil menunggu RPJMD disahkan.
"Program apresiasi kepada guru mengaji itu masih kita bahas dalam rancangan Peraturan Bupati. Saat ini kami menunggu Perda RPJMD 2025–2029 disahkan terlebih dahulu. Setelah itu, baru kami bahas bersama tim teknis terkait petunjuk teknis (juknis) pelaksanaannya," ujar Dendy, Sabtu (20/12/2025).
Ia menjelaskan, pembahasan juknis akan menentukan skema pelaksanaan program, termasuk kemungkinan pembagian kuota per kecamatan, kriteria usia, hingga jumlah penerima manfaat yang akan diberangkatkan atau mendapatkan apresiasi.
"Semua itu nanti akan diatur dalam juknis. Apakah ada pembagian per kecamatan, berapa orang, dan kriteria lainnya, masih dalam pembahasan," tuturnya.
Dendy menyampaikan Pemkab Kukar kemungkinan akan mengadopsi pendekatan yang telah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Saat ini, Pemprov Kaltim memiliki program pemberangkatan penjaga rumah ibadah melalui program Jospol atau Gratispol.
"Pendekatannya kurang lebih sama seperti di provinsi. Berdasarkan data yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, minimal sudah memiliki izin resmi dan beridentitas sebagai warga Kutai Kartanegara," katanya.
Ia menegaskan, jika seluruh tahapan regulasi berjalan lancar, program apresiasi guru mengaji tersebut diharapkan dapat mulai dilaksanakan pada tahun 2026 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, salah satu guru ngaji di Tenggarong, Ahmad, menyambut baik rencana program tersebut.
Ia berharap perhatian pemerintah daerah terhadap guru ngaji dapat segera terealisasi.
"Kalau program ini benar-benar terwujud, tentu kami sangat bersyukur. Ini menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian guru ngaji yang selama ini mendidik anak-anak di lingkungan masyarakat," ucap Ahmad. (dri)