
Pengundian Lapak Pedagang di Pasar Tangga Arung.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sebanyak 703 pedagang tampak memadati Pasar Tangga Arung untuk mengikuti proses pengundian sekaligus menerima kunci lapak yang diserahkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar).
Pengundian tersebut dilaksanakan pada Kamis (18/12/2025).
Pengundian dilakukan menggunakan sistem digital yang disiapkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar guna memastikan proses berlangsung transparan dan adil.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah mengatakan, kegiatan tersebut terlaksana atas izin dan restu Bupati Kukar.
Meskipun Bupati berhalangan hadir karena agenda yang padat, namun proses pengundian tetap dilaksanakan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, tahapan pengundian hari ini sudah kita laksanakan. Sebenarnya Pak Bupati ingin hadir langsung, namun karena kesibukan beliau, kegiatan tetap dilaksanakan dan nanti akan diagendakan pertemuan khusus dengan para pedagang,” ujar Sayid.
Ia menjelaskan, sebanyak 703 pedagang yang sebelumnya direlokasi, kini resmi mendapatkan lapak untuk berjualan di Pasar Tangga Arung.
Sementara itu, ada 3 bangunan tambahan yang tidak termasuk dalam jumlah tersebut, yakni ruang pengamanan, ruang klinik, dan ruang pengendali inflasi.
“Setelah pengundian dan pembagian kunci hari ini, pedagang sudah bisa berangsur-angsur pindah dari lokasi relokasi. Sambil menata lapak, mereka tetap diperbolehkan berjualan,” tuturnya.
Sayid menambahkan, peresmian Pasar Tangga Arung direncanakan berlangsung pada awal Januari 2026, sekaligus peresmian musala dan silaturahmi antara Bupati Kukar dengan para pedagang.
Terkait pengelolaan parkir, Disperindag Kukar menegaskan seluruh kendaraan pengunjung dan pedagang diarahkan parkir di dalam area pasar.
Selain menjaga kelancaran lalu lintas, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kapasitas parkir kita sangat besar, ada di lantai satu dan dua. Parkir di luar tidak direkomendasikan karena mengganggu arus lalu lintas,” katanya.
Sayid mengemukakan, capaian PAD dari sektor retribusi pasar pada 2025 melampaui target.
Dari target Rp 800 juta, realisasi retribusi pasar mencapai Rp 1,6 miliar.
“Dengan hadirnya Pasar Tangga Arung, kami optimistis PAD dari retribusi pasar bisa menembus Rp 2 miliar ke atas,” ucapnya.
Untuk mencegah persoalan retribusi seperti tunggakan, Disperindag Kukar bekerja sama dengan Bank Kaltimtara menerapkan sistem pembayaran digital menggunakan kartu elektronik.
Pedagang dapat membayar retribusi secara fleksibel, baik mingguan maupun bulanan.
“Dengan sistem digital ini, pembayaran lebih transparan dan tidak ada lagi tunggakan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Forum Pasar Tangga Arung, Mas’ud, menilai sistem pengundian yang diterapkan sangat adil karena tidak dapat dipesan atau dipengaruhi oleh faktor finansial.
“Siapapun, baik yang punya modal besar maupun kecil, mendapat kesempatan yang sama. Sistem ini sangat efektif,” ujarnya.
Ia memastikan forum pedagang akan ikut mengawasi pemanfaatan lapak agar tidak terjadi praktik jual beli lapak atau lapak dibiarkan kosong.
“Kami ingin pasar ini benar-benar dimanfaatkan untuk berdagang, bukan untuk disalahgunakan,” ucapnya. (Dri)