
Gerakan Pangan Murah Di Kukar.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan kondisi cadangan pangan daerah masih berada pada level aman.
Hingga saat ini, total cadangan pangan yang dikelola pemerintah daerah tercatat mencapai 292 ton, jauh di atas kebutuhan ideal untuk menghadapi situasi darurat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias mengatakan, idealnya Kukar hanya memerlukan sekitar 151 ton cadangan pangan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat apabila terjadi bencana atau kondisi darurat.
"Dengan jumlah penduduk yang ada, kebutuhan ideal cadangan pangan sekitar 151 ton. Saat ini kita memiliki 292 ton, jadi masih sangat aman jika sewaktu-waktu terjadi bencana, seperti banjir, kekeringan, atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan kerawanan pangan," ujar Ananias, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi di lapangan relatif stabil.
Sebagian besar wilayah Kukar telah memasuki masa pascapanen dan kembali memulai musim tanam.
Curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun ini turut mendukung produktivitas pertanian dan meminimalkan risiko kekeringan.
"Secara umum kondisi pertanian baik-baik saja. Petani bisa panen dan menanam dua kali setahun, bahkan di beberapa daerah bisa sampai tiga kali," tuturnya.
Kendati demikian, Ananias mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas hortikultura, khususnya cabai dan bawang merah.
Kondisi cuaca yang lembab dan cenderung basah dinilai berdampak pada menurunnya produksi akibat serangan hama dan penyakit tanaman.
"Untuk padi masih aman, tetapi cabai dan bawang merah memang sedang mengalami penurunan produksi. Kondisi cuaca seperti sekarang kurang ideal bagi hortikultura," katanya.
Selain faktor cuaca, keterbatasan pasokan cabai dan bawang merah juga dipengaruhi oleh proses peremajaan tanaman yang sedang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Disketapang Kukar.
Tanaman lama yang sudah tidak produktif diganti dengan bibit baru sehingga belum memasuki masa panen.
"Harapannya sebenarnya saat momen Natal dan Tahun Baru bisa panen dan membantu menstabilkan harga. Namun saat ini masih dalam tahap tanam, sehingga belum bisa menopang pasokan," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang petani di Kelurahan Panji, Didik Santoso, menyampaikan ketersediaan beras di wilayahnya masih mencukupi.
Hal ini didukung hasil panen padi yang baru saja berlangsung beberapa waktu lalu.
"Ketersediaan gabah di tingkat petani masih ada. Cadangan beras ini masih bisa memenuhi kebutuhan warga sekitar Panji," ujarnya. (dri)