
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) sedang mengupayakan realisasi pembangunan SMA Unggul Garuda sebagai bagian dari program nasional pengembangan pendidikan unggulan.
Rencana tersebut mendapat atensi langsung dari Bupati Kukar dan saat ini telah memasuki tahap pengajuan proposal ke pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto mengatakan, pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan peluang besar bagi Kukar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan menengah atas.
"Dengan atensi Pak Bupati, kami berupaya agar Sekolah Unggul Garuda ini bisa tetap berada di Kukar. Salah satunya dengan menyiapkan lokasi yang memungkinkan dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat," ujar Pujianto ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/12/2025).
Pujianto menjelaskan, sebelumnya terdapat 2 alternatif lokasi yang ditinjau, yakni di wilayah Jonggon yang berada di sekitar SPN serta lokasi di Desa Bahulaq yang merupakan kawasan breeding sapi.
Setelah melalui pertimbangan berbagai aspek, lokasi di Jonggon, tepatnya di wilayah Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong berbatasan dengan Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, akhirnya disepakati untuk diajukan.
"Kedua lokasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun Jonggon dinilai lebih strategis. Lokasi ini dekat dengan kawasan pelayanan publik dan pengembangan infrastruktur ke depan," tuturnya.
Proposal pembangunan SMA Unggul Garuda tersebut telah diajukan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikti Ristek).
Selanjutnya, pemerintah daerah tinggal menunggu proses verifikasi, termasuk kemungkinan peninjauan lapangan sebelum adanya putusan persetujuan.
Pujianto menambahkan, SMA Unggul Garuda merupakan program strategis nasional yang digagas Presiden RI dengan tujuan menyiapkan peserta didik lulusan SMP agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.
Pengelolaan sekolah ini berada langsung di bawah Kemendikti Ristek, bukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Program ini terdiri dari dua skema, yakni Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru. Untuk Sekolah Garuda Baru, jumlahnya hanya 20 sekolah se-Indonesia. Karena itu, kami berharap Kukar bisa terpilih," katanya.
Menurut Pujianto, pemilihan Jonggon sebagai lokasi juga mempertimbangkan rencana pengembangan kawasan tersebut yang akan menjadi pusat berbagai proyek strategis, seperti keberadaan SPN, markas Brimob, rencana pembangunan pusat data, balai latihan kerja dan vokasi dari Kementerian Ketenagakerjaan, hingga rencana kawasan perguruan tinggi.
"Sekolah Garuda tidak boleh terlalu jauh dari pusat kota, fasilitas kesehatan, dan permukiman penduduk. Jonggon memenuhi kriteria tersebut dibandingkan lokasi alternatif lainnya," ucapnya.
Terkait tenaga pendidik, Pujianto menjelaskan, proses rekrutmen guru dan pegawai nantinya akan dilakukan langsung oleh Kemendikti Ristek.
Kendati demikian, Pemkab Kukar siap memberikan dukungan apabila terdapat guru-guru asal Kukar yang direkrut untuk mengajar di sekolah tersebut.
"Kami berharap sekolah ini benar-benar bisa terealisasi di Kukar. Selain menjadi sekolah unggulan nasional, diharapkan juga memberikan afirmasi kuota bagi putra-putri daerah, khususnya dari Kukar dan Kalimantan Timur," ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan SMA Unggul Garuda tersebut.
Taufik mengemukakan, kehadiran Sekolah Unggul Garuda diharapkan mampu melahirkan generasi emas yang cerdas, berdaya saing global, berjiwa kepemimpinan, berorientasi pelayanan, serta memiliki komitmen kuat untuk mengabdi bagi kemajuan Indonesia.
"Kami menyambut baik program ini sebagai upaya pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif, sekaligus meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi dari seluruh penjuru negeri," tuturnya. (dri)