
Tampilan depan Ruko Cobain!!, Makanan Pempek Ikan Tenggiri dan minuman, Usaha Akbar dari program WPM Dispora.(Foto: Dok. Akbar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Di usia yang masih terbilang muda, Muhammad Akbar (26) telah membuktikan bahwa tekad dan keberanian bisa mengubah hidupnya.
Pemuda yang telah berkeluarga ini sukses mengembangkan usaha kuliner Pempek Ikan Tenggiri dan Minuman dengan nama toko Cobain!!, yang berlokasi di Kecamatan Loa Janan KM 1. Usaha tersebut telah ia tekuni selama tiga tahun dan menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya.
Akbar merupakan salah satu wirausaha muda yang tumbuh dan berkembang melalui Program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara.
Program ini menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya hingga mampu bertahan dan terus berkembang sampai sekarang.
Sebelum memiliki usaha sendiri, dirinya sempat bekerja dengan orang lain selama kurang lebih dua tahun. Saat itu, ia bekerja di pelelangan ikan dengan jam kerja yang cukup berat.
Di masa itu, ia masih memiliki anak yang masih bayi, dan kondisi tersebut membuatnya berpikir ulang tentang masa depan keluarganya.
"Setelah anak sudah mulai besar, saya merasa kalau begini terus tidak cukup untuk kebutuhan. Akhirnya saya mulai beranikan diri buka usaha kecil-kecilan," ucapnya.
Langkah awal dirinya masuk di dunia wirausaha, dimulai dari bidang Food and Beverage (FNB) tepatnya usaha minuman. Ia memilih bidang ini karena perputaran usahanya cepat dan dibutuhkan setiap hari.
"Kebetulan istri juga punya usaha, buka buket. Jadi kami sama-sama ngembangin usaha. Mulainya dari minuman dulu," jelasnya.
Dari usaha minuman, perlahan usahanya berkembang. Berjalannya waktu, ia menambah menu pempek ikan tenggiri yang kemudian menjadi ciri khas dan menu andalan di toko Cobain!!.
Dalam menjalankan usahanya, ia menyadari, dunia usaha tidak selalu berjalan mulus. Omset yang didapatkan tidak menentu tergantung dari beberapa faktor, seperti cuaca dan kondisi ekonomi masyarakat sekitar.
"Di Loa Janan kan mayoritas kerja tambang, jadi pengaruh juga ke pemasukan. Kadang naik, kadang turun. Untuk menu Pempek, seporsi dibandrol dengan harga Rp 25 ribu, "katanya.
Namun, dirinya mengaku, pernah mendapatkan omset tertinggi hingga Rp 30 juta per bulan, sebuah capaian yang cukup membanggakan bagi usaha yang dirintis dari nol.
Sebagai pendatang baru di dunia kuliner, ia menyadari, harus belajar lagi banyak hal. Mulai dari memahami selera pasar, menjaga kualitas produk, daya tahan makanan, hingga persoalan modal dan tempat usaha.
"Karena sebelumnya saya tidak pernah bergerak dibidang minuman atau kuliner, jadi semuanya dipelajari dari awal," tuturnya.
Ia mengaku, selama menjalani usahanya, ada masa-masa sulit yang membuatnya hampir menyerah, terutama saat omzet menurun.
"Pernah kepikiran balik lagi kerja sama orang," imbuhnya.
Namun, dukungan atau support dari istri dan keluarga menjadi penyemangat lagi untuk tetap bertahan.
"Istri dan keluarga yang nguatin. Anak-anak juga jadi alasan kenapa harus terus jalan. Saya pengin punya waktu buat mereka dan bisa mandiri," tambahnya.
Lebih lanjut, dirinya mengaku, keikutsertaannya dalam Program Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) selama dua tahun terakhir memberikan dampak besar bagi usahanya.
"WPM ini sangat membantu. Ada pelatihan, materi, coaching, sampai bantuan permodalan dan fasilitas usaha seperti rombong,” jelasnya.
Tak hanya itu, WPM juga membuka jejaring baru bagi Akbar. Ia bisa bertemu dengan sesama pelaku UMKM, saling berbagi pengalaman, dan belajar bersama.
"Banyak kenalan, banyak bertanya, dan saling sharing," katanya.
Ia berharap, program WPM ke depan dapat menjangkau lebih luas lagi di Kukar.
"Harapannya WPM bisa dikenal semua pemuda-pemudi di Kukar, supaya tahu kalau ada program penunjang buat UMKM muda," sebutnya.
Sebagai wirausaha muda, ia berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu untuk memulai usaha.
"Jangan malu, jangan minder. Selama yang kita cari halal. Kalau kita tekuni apa yang kita suka, pasti ada hasilnya ke depan," pesannya.
Ia juga memiliki mimpi yang besar untuk mengembangkan usaha Cobain!!, dengan membuka cabang dan membangun tim yang solid
"Mimpinya ingin kembangin usaha ini lagi, punya cabang, dan punya tim yang kuat," tambahnya
Sementara itu, Kabid Kepemudaan Dispora Kukar, Dery Wardhana menjelaskan, Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) merupakan salah satu program unggulan Dispora Kukar dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang mandiri.
Menurutnya, Klinik WPM dirancang sebagai ruang konsultasi bagi pemuda yang sudah memiliki usaha maupun yang baru akan memulai.
"Disebut klinik karena fungsinya seperti tempat berobat. Kalau di dunia medis mengobati orang sakit, di Klinik WPM ini kami mengobati permasalahan usaha para pemuda, mulai dari yang usahanya sedang bermasalah hingga yang masih tahap perencanaan," ujarnya.
Ia menyebutkan, layanan Klinik WPM dibuka secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis. Dalam program ini, pemuda dapat berkonsultasi terkait pengembangan usaha, permodalan, pemasaran, hingga peningkatan kapasitas kewirausahaan.
Selain konsultasi, pihaknya juga menghadirkan berbagai program lainnya, seperti pelatihan peningkatan usaha, pelatihan teknis kewirausahaan, dan lainnya.
"Kami juga memberikan pelayanan terkait legalitas usaha dan bantuan sarana prasarana penunjang usaha bagi wirausaha muda," tutupnya. (*zar)