
Agus Aras.(Aby Kutairaya)
SAMARINDA.(KutaiRaya.com): Fraksi Demokrat-Partai Persatuan Pembangunan (P3) menyampaikan hasil reses anggota dewan Fraksi Demokrat-P3.
Agus Aras menyebut ada 198 usulan masyarakat dari berbagai daerah pemilihan.
Serap aspirasi (Reses) merupakan bagian strategi penting dalam menciptakan kebijakan atau pengawasan di tataran lembaga legislatif.
Pasalnya, reses menampung keluh kesah dan usulan masyarakat terhadap sektor strategis, baik pembangunan berbasis fisik maupun sumber daya.
Dalam hal ini, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Demokrat-P3 DPRD Kaltim melaksanakan reses di beberapa titik daerah pemilihan (Dapil), yakni Dapil Balikpapan, Dapil Paser-PPU dan Dapil Bontang, Kutim, Berau.
Anggota DPRD yang turun ke lapangan, antara lain H. Agus Aras, S.MA.P, H. Husin Jufri, H. Nur Hadi Saputra, SH., MH dan Faisal Assegaf, S.Sos., MLC.
Dari total 198 usulan masyarakat, laporan terkait infrastruktur menjadi yang terbanyak, yaitu sebanyak 122 usulan, terdiri dari permintaan pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, drainase, irigasi air bersih, rumah layak huni serta akses jalan usaha tani yang butuh peningkatan.
"Tidak hanya itu, beberapa usulan seperti pembangunan SMA/SMK baru di wilayah Kutai Timur dan Balikpapan turut menjadi bagian dari catatan hasil reses anggota dewan dari fraksi Demokrat-P3," ucap Agus Aras saat menyampaikan hasil Reses.
Selain itu, pembangunan rumah sakit di Kecamatan Muara Wahau dan Balikpapan Timur, serta usulan pelebaran jalan Mulawarman yang menghubungkan Tol Manggar dan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman juga menjadi catatan penting.
Di sektor pendidikan, Agus menyampaikan terdapat 22 usulan, seperti perbaikan sekolah, kelistrikan sekolah hingga sosialisasi teknis terkait program Gratis pol.
"Terkait program Gratis pol, dirasa perlu melakukan sosialisasi lebih masif. Pasalnya, masih banyak orangtua dan mahasiswa yang mempertanyakan apa perbedaan dan skema dari program Gratispol dan beasiswa," tambahnya.
Selain pada sektor pendidikan, usulan juga datang dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan hingga kelautan.
Dia menyampaikan, sebanyak 21 usulan terdiri dari beberapa pengadaan, mulai dari alsintan, ketinting, bibit tanaman dan ikan, bantuan modal nelayan dan petani, hingga pelatihan keterampilan.
"Tidak hanya itu, permintaan bantuan modal UMKM, penciptaan lapangan pekerjaan hingga berbagai kegiatan sosial turut mewarnai usulan yang kumpulkan fraksi Demokrat-P3," katanya.
Agus mengatakan, seluruh aspirasi yang telah dihimpun, akan ditelaah lebih dalam serta menjadi bahan resmi dalam proses penyusunan dokumen perencanaan daerah.
Mewakili Fraksi Demokrat-P3, dia menegaskan dan memastikan bahwa seluruh usulan yang telah disampaikan merupakan usulan yang tidak dikurangi, dibatalkan atau ditiadakan.
"Pada akhirnya, Reses merupakan jembatan penting yang menghubungkan antara masyarakat dan proses legislasi. Kami hadir untuk bekerja, mendengar dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terakomodir dalam sektor pembangunan. Untuk itu, kami berharap, hasil reses ini dapat menjadi acuan penting dalam penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) atau program ke depan," tuturnya. (ADV DPRD KALTIM)