• Selasa, 12 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Cabai.(Pinterest)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Harga komoditas cabai dan kacang tanah meroket.

Pastinya hal ini menjadi kecemasan bagi sejumlah pedagang kuliner. Salah seorang pedagang gorengan, Nur Hayati mengatakan, harga kacang tanah terus mengalami kenaikan.

Biasanya harga kacang tanah hanya Rp 20 ribu per kilogram, lalu naik menjadi Rp 38 ribu dan saat ini mencapai sekitar Rp 45 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini membuat pedagang memutar otak, agar uang penjualan bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan warung.

"Hampir semua jenis barang mahal, ini membuat kami bingung untuk memutarkan uang hasil penjualan," kata Nur Hayati kepada Kutairaya, Selasa (2/12/2025).

Dalam sehari, kebutuhan kacang tanah bisa mencapai 5 Kg.

Jika harga kacang tanah itu stabil, pastinya uang sisa belanja bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

"Selisih harga kacang tanah mencapai Rp 25 ribu per kilogram. Jadi 25 itu dikali 5 kilogram sudah Rp 125 ribu. Itu bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya," ucapnya.

Dia berharap, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini harga sejumlah komoditas di Tenggarong bisa stabil, sehingga tidak memberatkan pedagang dalam mencari penghasilan.

Berbeda dengan pedagang kuliner di Tenggarong, Sri Dewi. Ia menyampaikan, harga cabai saat ini mencapai Rp 55 ribu perkilogram.

Padahal harga sebelumnya hanya Rp 20 ribu perkilogram.

"Meskipun keperluannya hanya sedikit cabai, tapi selisih harga itu sangat pengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh," ujar Sri Dewi.

Terpisah, pedagang Pasar Mangkurawang, Nia Juliana membenarkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

Tapi kenaikan itu diduga dipengaruhi dari faktor cuaca yang tidak menentu.

Sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi hasil panen petani, khususnya komoditas cabai ini bisa mendatangkan dari Sulawesi.

Jika di sana musim hujan, pastinya hasil panen menipis dan ditambah dengan ongkos angkut pengiriman ke Kukar.

"Kami berharap, harga komoditas ini juga secepatnya stabil. Dan konsumen harap bersabar, karena pedagang ini hanya mengikuti dari modal pengambilan, jika pengambilan harganya naik, maka penjualan juga harus dinaikkan harganya," ucap Nia. (ary)



Pasang Iklan
Top