
Bupati Kukar, Dr. Aulia Rahman Basri saat memberikan sambutan di agenda Silaturrahmi bersama seluruh badan usaha di Kukar. Jumat (28/11/2025).(Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) gelar agenda silaturrahmi Pemkab Kukar dengan seluruh badan usaha di Kukar di Hotel Fugo, Kota Samarinda. Bupati Kukar Dr. Aulia Rahman Basri sebut kegiatan silaturrahmi menjadi ajang mempererat hubungan dan menyamakan persepsi pembangunan di Kukar Jumat (28/11/2025).
Sebagai orang nomor satu di Kukar, sudah semestinya menjalin kolaborasi dan menjaga hubungan baik dengan swasta, menjadi satu hal yang tak boleh abai. Hal ini yang langsung diterapkan oleh Bupati Kukar.
Dalam penyampaiannya saat memberikan sambutan hangat, dirinya sangat menekankan pentingnya membangun hubungan dan kerjasama lintas sektor yang terus berkelanjutan. Tidak hanya antar lembaga pemerintah, namun juga membangun hubungan erat terhadap para pengusaha-pengusaha di Kukar.
Selain itu, ia juga menggaris bawahi terkait dengan keadaan kas daerah yang kini terpangkas hingga setengah dari perhitungan awal.
"Bapak ibu para pengusaha yang terhormat, kondisi TKD kita hari ini justru sangat menurun drastis. Awalnya, besaran TKD berada di angka 11,5 Trilliun, kini turun hingga 6,9 trilliun. Tentu, prinsip kebersamaan sangat penting untuk terus dijalin, agar pembangunan di Kukar tidak mengalami stagnasi yang hebat," ucap Bupati Kukar saat memberikan sambutan.
Nampak beberapa petinggi swasta turut hadir di tengah agenda silaturrahmi tersebut, seperti SKK Migas Perwakilan Kalimantan-Sulawesi, para pimpinan perusahaan perkebunan baik sawit dan lain sebagainya, pimpinan perusahaan pertambangan, migas, kehutanan dan masih banyak lagi.
Dalam arahannya, Dr Aulia Rahman Basri menyoroti betapa pentingnya menjaga keberlanjutan kesejahteraan masyarakat Kukar. Terutama, ketika sektor pertambangan mengalami penurunan atau telah selesai beroperasi.
Menurutnya, jangan sampai, masyarakat menjadi terabaikan, setelah perusahaan pertambangan angkat kaki, jika ketersediaan batubara telah habis.
"Saya mengingatkan kepada kita semua, termasuk pemerintah Kukar, bahwa jangan sampai, ketika perusahaan telah pergi, masyarakat sekitar menjadi tidak sejahtera kembali. Untuk itu bapak ibu, perlu kita untuk membangun sistem yang baku, agar masyarakat tetap sejahtera," jelasnya.
Tidak hanya itu, dirinya juga berkomitmen terhadap kondisi iklim investasi di Kukar. Termasuk, menjadikan perusahaan sebagai mitra strategis.
"Bapak ibu, saya sampaikan, bahwa jika ada oknum Pemkab Kukar yang melakukan kegiatan atau praktik yang menghambat berjalannya produksi perusahaan, silahkan sampaikan kepada saya, akan saya tindak tegas," tegasnya.
Kedepan, dibawah pimpinannya, dirinya mencanangkan transformasi ekonomi, sektor ekstraktif ke sektor pariwisata, pendidikan serta pertanian.
"Kedepan kita akan mengembangkan program One District One Industry dan One Village One Product sebagai sebuah wadah untuk mendorong percepatan pengembangan produk lokal. Untuk itu, silahkan untuk para pengusaha dapat memulai berinvestasi di sektor-sektor non ekstraktif ini," ungkapnya.
Diketahui, Pemkab Kukar telah menyiapkan peta peluang investasi per kecamatan. Produk lokal seperti kopi dan gula semut disiapkan untuk masuk dalam pasar dagang, termasuk membangun kerja sama dengan KBRI di Singapura.
Untuk itu, dirinya menegaskan kembali dukungan Pemkab Kukar kepada para pelaku usaha di Kukar.
"Harapan kita dalam lima tahun kedepan agar Kukar ini mengusung konsep yang berprinsip bahwa pemerintah harus selalu bersama-sama dengan badan usaha, bersama-sama masyarakat, akademisi dan kawan-kawan media dalam membangun daerah kita. Jadi kita harus bahu membahu bergotong-royong untuk mewujudkan pembangunan di Kutai Kartanegara itu sendiri," tutupnya saat diwawancarai usai memberikan sambutan. (*Abi)