• Minggu, 10 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Anggota DPRD Kukar Hery Asdar.(Foto:Ridwan/Kutairaya)


KUKAR, (KutaiRaya.com) : Anggota DPRD Kukar dari Dapil III Hery Asdar mengaku, meskipun Kecamatan Anggana merupakan salah satu wilayah yang paling banyak menghasilkan Sumber Daya Alam (SDA) berupa minyak dan gas bumi (Migas). Namun tidak serta merta merasakan dampaknya langsung, terutama terkait peningkatan infrastrukturnya.

Tentu lanjut politisi muda Golkar tersebut, hal ini menjadi ironi khususnya di Kecamatan Anggana. Saat ini pembangunan di Anggana sebagian belum merata.

Saat ini lanjutnya, pembangunan di Kecamatan Anggana dirasakan di sisi darat saja. Namun beberapa desa yang berada di daerah muara dan ditengah laut, belum merasakannya secara maksimal.

"Seperti Desa Sepatin, Desa Muara Pantuan dan Desa Tani Baru," ujarnya.

Ia mengatakan, hal ini yang perlu menjadi prioritas pembangunan. Menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Agar ketiga desa tersebut bisa menikmati pembangunan dari Kukar.

"Layaknya desa-desa lainnya. Terlebih di Desa Muara Pantuan yang memiliki jumlah penduduk terbesar kedua setelah Desa Sungai Meriam. Sehingga sangat patut diperhatikan," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Hery Asdar juga mengapresiasi pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kecamatan Anggana, yang mulai dikerjakan oleh PT. Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM).

Pembangunan tersebut ditargetkan rampung dan beroperasi pada pertengahan 2026.

"Ini kita apresiasi, karena selama ini nelayan mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi. Kalau menggunakan BBM nonsubsidi pastinya lebih mahal," tutupnya. (One/Adv)



Pasang Iklan
Top