• Selasa, 12 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwa Ningsih saat di wawancarai. Rabu (26/11/2025). (Foto:Abi/KutaiRaya)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan sektor peternakan, kali ini Pemprov membangun Pabrik Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

‎Pabrik ini sendiri akan memanfaatkan hasil dari komoditas dari pertanian setempat, yakni berupa jagung dan beberapa bahan lainnya untuk dijadikan bahan baku pakan. Tujuan pembangunan ini merupakan suatu implementasi nyata, dari Program Unggulan Pemprov Kaltim yakni Jospol, terkait hilirisasi sektor pertanian dan peternakan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, ‎Heni Purwaningsih menyebutkan, pembangunan pabrik ini merupakan suatu langkah yang sangat strategis, agar dapat menjawab keluhan pada peternak ayam petelur yang selama ini mengalami kesulitan untuk bisa memperoleh pakan dengan pasokan stok yang stabil.

‎"Selama ini, pasokan pakan ternak kita itu tidak cukup dan tidak stabil, para peternak kewalahan menghadapi kondisi ini. Kehadiran pabrik ini, agar dapat memanfaatkan komoditi setempat, agar kebutuhan bisa dipenuhi dari wilayah kita sendiri," ujarnya.

‎Pabrik ini akan dibangun diatas tanah hibah seluas 1 hektare, yang saat ini statusnya telah resmi menjadi aset resmi Pemerintah Provinsi Kaltim. Dengan adanya status aset daerah, tentunya pemerintah dapat memberikan sebuah pendampingan langsung, dan dapat mengawal penuh proses pembangunan hingga operasional pabrik.

‎"Karena saat ini sudah menjadi aset milik Pemprov, jadi kami bisa intervensi dan bisa kami dampingi sampai pabrik ini dapat berjalan secara maksimal," bebernya.

‎Tidak hanya pembangunan pabrik utama saja, pihak Pemprov juga akan menyediakan pengembangan fasilitas pendukungnya, seperti gudang bahan baku, gudang produksi serta area penumpukan hasil pakan.

‎Nantinya target pabrik pakan ini, memiliki kapasitas produksi 5 ton per hari, dan sebagai langkah awal dapat membantu mewujudkan kemandirian pasokan pakan di Kaltim.

‎"Targetnya itu 5 ton per hari, dan itu masih belum bisa untuk menutupi kebutuhan di provinsi Kaltim, akan tetapi dengan adanya fondasi ini, sangat penting agar kita bisa memperkuat pasokan lokal," ucapnya.

‎Selama ini, sebagian besar pakan ternak di Kaltim berasal dari luar daerah, dan mengandung bahan impor. Kondisi ketergantungan inilah yang menyebabkan harga pakal menjadi fluktuatif, sehingga berdampak pada harga telur, selalu komoditas yang kerap kali sering menjadi pemicu terjadinya inflasi di daerah.

‎Dengan memanfaatkan jagung dan komoditi pertanian lokal lainnya, besar harapan pemerintah agar biaya produksi para peternak bisa ditekan, dan juga dapat membuka peluang baru para petaninlokal agar dapat memasok kebutuhan bahan baku untuk pabrik.

‎Nantinya, setelah pabrik dapat beroperasi dengan stabil, pabrik diharapkan dapat memberikan kontribusinya pada pendapatan asli daerah (PAD).

‎"Tentunya kita akan memberikan waktu masa penyesuaian terlebih dahulu, sebelum nantinya kontribusi penuh kita berlakukan," tandasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top