
Anggota Komisi III DPRD Kukar, Hairendra.(Foto: Ridwan/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kondisi petani muda saat ini sedang berada pada fase kritis regenerasi. Padahal pertanian seharusnya menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja terbanyak dibanding sektor lain.
Adanya krisis ini, mengakibatkan berkurangnya tenaga kerja petani. Tenaga kerja petani yang semakin berkurang akan berdampak terhadap produktivitas pertanian yang akan bermuara pada penurunan ketahanan pangan.
Untuk itu, Anggota Komisi III DPRD Kukar, Hairendra, menegaskan, bahwa pertanian memegang peran penting bagi masa depan ekonomi Kukar sehingga fondasinya harus diperkuat.
"Generasi muda saat ini cenderung memilih bekerja pada bidang industri non pertanian serta perkantoran dibandingkan dengan sektor pertanian. Hal ini disebabkan karena adanya pandangan bahwa usaha di bidang pertanian ini kurang menguntungkan dari segi perekonomian, " ungkapnya.
Ia mengaku, saat ini banyak petani Kukar sudah berusia lanjut. Regenerasi terhambat, sementara kebutuhan pangan terus meningkat.
"Ini masalah serius yang harus kita jawab bersama, minimnya keterlibatan generasi muda menjadi titik krusial, anak muda bukan tidak tertarik pada sektor pertanian, melainkan ekosistem pendukungnya belum memadai, " tuturnya.
Ia menambahkan, jika kita ingin petani milenial lahir, maka teknologi, pelatihan, dan kepastian pasar harus disiapkan.
"Jangan sampai sektor ini terlihat seperti pekerjaan masa lalu, untuk itu kita dorong regenerasi petani di Kukar, sebagai solusi ketahanan pangan di masa depan," tukasnya. (One/Adv)