
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani.(Foto:Indri)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Program beasiswa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menjadi perhatian DPRD sebagai salah satu upaya meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan bahwa berbagai skema beasiswa daerah seperti Kukar Idaman hingga Kukaidaman Terbaik memiliki peran penting dalam mendukung siswa dari keluarga kurang mampu.
Pemerintah daerah disebut telah menyediakan anggaran signifikan untuk memastikan siswa SD, SMP, hingga mahasiswa perguruan tinggi tetap bisa bersekolah tanpa hambatan biaya.
Selain sebagai instrumen peningkatan kualitas SDM, beasiswa daerah juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam pemerataan kesempatan pendidikan. Namun, DPRD mengingatkan bahwa tersedianya anggaran belum cukup tanpa pengawasan ketat. Proses verifikasi hingga penggunaan dana harus dipastikan transparan dan sesuai peruntukan agar program tidak melenceng dari sasaran utamanya.
"Beasiswa itu harus benar-benar dinikmati oleh siswa dan mahasiswa yang berhak. Jangan sampai bantuan yang seharusnya dipakai untuk pendidikan malah disalahgunakan atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu," tegas Ahmad Yani, Senin (24/11/2025).
DPRD Kukar juga memberi perhatian khusus pada potensi penyalahgunaan beasiswa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Menurut Ahmad Yani, masih ditemukan modus-modus tertentu di lapangan, seperti dana beasiswa yang tidak digunakan untuk kebutuhan pendidikan atau bahkan berpindah tangan. Hal inilah yang menjadi dasar DPRD untuk memperkuat fungsi kontrolnya terhadap pengelolaan beasiswa.
Ia menekankan bahwa pengawasan bukan hanya dilakukan setelah bantuan disalurkan, tetapi juga sejak proses penentuan penerima. Dengan demikian, setiap siswa yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh manfaat, sementara potensi kebocoran anggaran dapat ditekan.
"Kita harap beasiswa yang diterima itu betul-betul bisa digunakan sesuai komitmen, sesuai kebutuhan, bukan dibelanjakan atau digunakan tidak semestinya. Itu harus dicegah sejak awal," ujarnya.
Dalam proses penganggaran, DPRD memastikan bahwa beasiswa untuk berbagai jenjang terus mendapatkan porsi yang memadai. Ahmad Yani menyebut, setiap tahun DPRD selalu berupaya menjaga agar kebutuhan belanja pendidikan menjadi prioritas. Dengan adanya beasiswa yang teranggarkan secara baik, pemerintah daerah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima.
Lebih jauh, ia menilai pemberian beasiswa untuk mahasiswa perguruan tinggi memiliki dampak strategis bagi pembangunan daerah. SDM unggul dari sektor akademik akan memberikan kontribusi besar dalam mendorong perkembangan Kukar, khususnya di sektor-sektor yang membutuhkan tenaga terdidik.
"Kemarin kita sudah buktikan bahwa beasiswa untuk mahasiswa itu sudah disiapkan daerah, dan DPRD menjalankan fungsi anggaran serta kontrolnya. Itu menjadi bagian penting untuk memastikan keberlanjutan program ini," jelasnya.
Melalui kombinasi penganggaran yang kuat dan pengawasan komprehensif, DPRD Kukar memastikan program beasiswa tetap menjadi alat untuk meningkatkan mobilitas sosial bagi masyarakat kurang mampu. Ahmad Yani menegaskan bahwa DPRD tidak akan memberi ruang bagi pihak yang mencoba memanfaatkan program ini secara tidak sah. (adv)