• Jum'at, 15 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lurah Baru Bayu Ramanda Bani Nugraha (Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan kemajuan.

Aktivitas pelaku usaha kian terlihat di berbagai titik, terutama di sepanjang Jalan Poros A.M. Sangaji yang menjadi salah satu pusat pergerakan ekonomi warga.

Lurah Baru, Bayu Ramanda Bani Nugraha mengatakan, geliat UMKM di wilayahnya terjadi secara organik berkat inisiatif masyarakat.

Kendati demikian, hanya sebagian pelaku UMKM yang sudah terintegrasi dalam pola pengelolaan yang lebih tertata.

"Sepanjang jalan poros A.M. Sangaji, dari RT 1 sampai RT 10, aktivitas usaha terlihat jelas. Namun yang sudah terintegrasi itu ada di halaman depan Masjid Sajid. Di sana ada sistem pengelolaan dan kemitraan, termasuk kerja sama dengan Baznas melalui Zetmat. Lokasi itu juga berkontribusi terhadap pendapatan masjid," kata Bayu, Kamis (20/11/2025).

Untuk produk unggulan, Bayu menuturkan, Kelurahan Baru belum memiliki komoditas khas yang benar-benar menjadi identitas khusus daerah.

Namun beberapa produk rumahan tetap berkembang di tingkat RT.

"Secara umum belum ada produk unggulan yang spesifik. Tapi kalau bicara skala kecil, ada jajanan temu kunci yang diproduksi di RT 6. Sementara lainnya masih bercampur dengan potensi wilayah tetangga, seperti Sukarame dan Mangkurawang, karena posisinya satu hamparan,"ujarnya.

Meskipun belum memiliki produk unggulan, perhatian pemerintah terhadap sektor UMKM tetap berjalan.

Tahun lalu Kelurahan Baru bekerja sama dengan Dinas Koperasi untuk membantu pelaku UMKM dalam proses pendaftaran usaha.

"Hampir semua pelaku UMKM di sini sifatnya nomaden. Mereka berpindah-pindah, kecuali yang usaha turun-temurun. Kondisi pascapandemi COVID-19 juga membuat banyak keluarga mengambil keputusan baru dalam usaha," kata Bayu.

Ia berharap ke depan pengembangan UMKM di Kelurahan Baru dapat lebih optimal, terutama dalam hal pemasaran dan branding.

Pemerintah kelurahan berupaya mendorong pelaku UMKM melalui RT dan membuka akses pemasaran di media sosial.

"Kami mengajak pelaku usaha memaksimalkan branding lewat Facebook, Instagram, dan tentu saja dukungan dari teman-teman media. Setiap tahun di bulan ini kami menggelar Kampung Kuliner untuk memfasilitasi pelaku usaha berkumpul di satu momentum. Saat bulan Ramadan juga biasanya kawasan depan Masjid Sajid ramai karena warga menjual berbagai menu untuk berbuka," ucapnya. (dri)



Pasang Iklan
Top