
Kepala DKP Kukar Muslik.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung visi pembangunan daerah melalui program Kukar Idaman Terbaik.
Kepala DKP Kukar, Muslik mengatakan, program ini merupakan penguatan sekaligus pengembangan dari program Kukar Idaman sebelumnya, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
Muslik menjelaskan, pada periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebelumnya pemerintah menjalankan program fasilitasi bagi nelayan dan pembudidaya ikan produktif dengan target penerima sebanyak 25 ribu orang.
Namun pada periode baru ini, melalui program Perikanan, Peternak dan Petani Tangguh, target fasilitasi meningkat signifikan hingga 100 ribu penerima, di mana sekitar 50 persen di antaranya berasal dari sektor kelautan dan perikanan.
"Target itu mencakup pelaku usaha perikanan mulai dari nelayan, pembudidaya, hingga pengolah hasil perikanan. Semua diarahkan agar mereka lebih tangguh dan berdaya saing," ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Menurut Muslik, pemberdayaan dilakukan secara bertahap selama 5 tahun melalui berbagai bentuk fasilitasi.
Bantuan langsung kepada nelayan tetap menjadi prioritas, seperti penyediaan perahu, mesin, ketinting, dan alat tangkap.
Sementara bagi pembudidaya, DKP menyediakan sarana budidaya berupa kolam terpal, kolam jaring, kolam rumpung, kolam bioflok, hingga penyaluran benih, seperti benur, benih bandeng, udang, nener, serta rumput laut.
"Itu semua bagian dari dukungan kami untuk memperkuat ketahanan pelaku usaha perikanan. Program ini merupakan evaluasi sekaligus eskalasi dari program sebelumnya," tambahnya.
Selain bantuan langsung, DKP Kukar juga fokus membangun infrastruktur pendukung sektor perikanan, di antaranya perbaikan dan peningkatan fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Anggana dan Samboja, agar peran dan fungsinya semakin optimal.
Muslik juga menyinggung pembangunan Integrated Cold Room Infrastructure (ICRI) di Muara Badak yang sempat tertunda akibat rasionalisasi anggaran tahun 2025.
Namun pada tahun 2026, proyek tersebut kembali masuk dalam prioritas utama dan ditargetkan dapat segera beroperasi.
"ICRI ini sangat penting karena menjadi bagian dari rantai dingin hasil perikanan. Saat beroperasi nanti, fasilitas ini akan sangat membantu nelayan kita," tuturnya.
DKP Kukar juga terus mendorong pembangunan SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan) sebagai upaya mempermudah akses bahan bakar bagi nelayan dan menekan biaya operasional melaut.
"Kami ingin seluruh fasilitas pendukung perikanan benar-benar siap dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini untuk memastikan nelayan kita bisa semakin tangguh," ujar Muslik.
Dengan berbagai program dan fasilitasi tersebut, DKP Kukar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya Kukar Idaman Terbaik serta meningkatkan kesejahteraan pelaku sektor kelautan dan perikanan di seluruh wilayah Kukar. (adv/dri)