
Kabag Kesra Kukar Dendy Irwan Fahreza.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pencairan Beasiswa Kukar Idaman tahap II berjalan lancar dan telah tersalurkan kepada ribuan mahasiswa. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahreza, pada Selasa (18/11/2025).
Dendy menjelaskan bahwa pada tahap kedua ini pemerintah tidak membuka pendaftaran baru, tetapi menyelesaikan penyaluran bagi penerima pada tahap pertama sesuai mekanisme yang berlaku. Ia menyebut proses administrasi mulai dari SPP, SPM hingga penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) berjalan lebih cepat dari perkiraan.
"Penyelesaian SPP–SPM ada di Bagian Keuangan Setda, dan sudah tuntas pada Senin (17/11/2025). Secara normatif prosesnya memakan waktu 1–2 hari, sehingga kami memperkirakan pencairan dapat didistribusikan mulai Selasa atau Rabu. Namun alhamdulillah proses berjalan mulus tanpa hambatan," ujar Dendy.
SP2D untuk beasiswa tahap kedua diterbitkan sekitar pukul 11.45 WITA pada Senin. Setelah itu, Dendy langsung memastikan proses transfer ke Bankaltimtara untuk 4.015 rekening mahasiswa penerima beasiswa.
"Hingga pagi ini, seluruh dana telah tersalurkan berdasarkan rekap yang kami terima. Hanya menyisakan 175 rekening dorman atau tidak aktif," ungkapnya.
Ia menambahkan, daftar penerima beasiswa dengan rekening dorman tersebut akan diumumkan melalui laman resmi Pemkab Kukar. Mahasiswa diminta segera mengaktifkan rekening mereka di kantor Bankaltimtara terdekat agar pencairan dapat dilakukan.
Sementara itu, Kabid Perbendaharaan BPKAD Kukar, Siti Nurwidiyawati, menegaskan bahwa mekanisme pencairan beasiswa mengikuti aturan keuangan daerah dan ketentuan APBD. Ia menjelaskan bahwa pencairan dapat dilakukan setelah penandatanganan Dokumen Penyediaan Perubahan Anggaran (DPPA).
"Prosesnya cukup panjang karena tidak hanya melalui verifikasi internal Pemkab Kukar, tetapi juga harus melalui verifikasi APBD di tingkat provinsi. Namun mengingat beasiswa ini sudah dijanjikan akan cair, maka DPPA untuk beasiswa kami percepat," terangnya.
Siti mengatakan percepatan tersebut memungkinkan pencairan dilakukan segera setelah berkas dinyatakan lengkap. Dana untuk seluruh penerima dengan rekening aktif telah dibayarkan dan keluar dari kas daerah.
Ia mengingatkan bahwa rekening dorman menjadi penyebab utama keterlambatan bagi sebagian mahasiswa. "Jika rekening tidak aktif dalam tiga bulan, sistem perbankan otomatis menonaktifkannya sehingga dana tertolak. Kami harap mahasiswa yang rekeningnya belum aktif segera mengurusnya agar tidak ada yang tertinggal menerima hak mereka," jelas Siti.
Pemkab Kukar menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proses penyaluran beasiswa hingga tuntas, termasuk memastikan mahasiswa yang rekeningnya dorman tetap mendapatkan bantuan setelah melakukan pengaktifan rekening. (adv/dri)