
Kehadiran Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani dalam Kegiatan Baznas di Desa Jongkang.(Foto:Indri)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menghadiri kegiatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, beberapa hari lalu. Kehadirannya menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap program-program Baznas yang dijalankan di berbagai wilayah Kukar.
Ahmad Yani menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk implementasi tugas pengawasan lembaga legislatif. Ia menyebut, Baznas Kukar selama ini telah menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan dan penyaluran zakat untuk kepentingan masyarakat.
"Ini adalah wujud implementasi pengawasan DPRD terhadap kegiatan-kegiatan Baznas. Alhamdulillah mereka sudah berkomitmen dan menjalankan program dengan baik," ujarnya pada Senin (17/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani juga meninjau langsung salah satu program unggulan Baznas, yakni rehabilitasi rumah tidak layak huni. Program ini dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini tinggal di hunian yang tidak memenuhi standar kelayakan.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut sepenuhnya dibiayai dari dana zakat yang dihimpun oleh Baznas, bukan dari APBD. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat telah memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.
"Rehabilitasi rumah tidak layak huni ini adalah salah satu bentuk program non-APBD. Ini bagian dari kewajiban kita dalam berzakat, dan Alhamdulillah sudah diimplementasikan dengan baik oleh Baznas,"ungkapnya.
Ahmad Yani menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai, keberhasilan ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang telah menyalurkan zakatnya melalui Baznas.
"Kemarin saya menyaksikan langsung bahwa program ini sudah berjalan. Kami memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Baznas serta seluruh masyarakat yang telah menunaikan zakatnya," ucapnya.
DPRD Kukar, lanjutnya, akan terus mendorong agar program kemanusiaan dan pemberdayaan yang digagas Baznas dapat diperluas, sehingga makin banyak masyarakat kurang mampu yang merasakan manfaatnya. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat dapat terus terbangun dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
Kegiatan Baznas di Desa Jongkang ini menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak langsung dan signifikan bagi kehidupan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan tempat tinggal yang layak. (adv)