
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar Kusnandar.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, program prioritas dalam Misi Pertama Bupati Kukar, yakni Terbaik dalam mewujudkan pemenuhan dan pemerataan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, kini mulai dijabarkan ke dalam dua program unggulan, yakni Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk Balita dan Lansia serta Etam Sejahtera (Berobat Gratis Cukup dengan NIK).
Plt. Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar menjelaskan, dua program ini menjadi bentuk nyata implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar dan merupakan bagian penting dari 17 program dedikasi Bupati Kukar.
"Di misi pertama ini, Dinas Kesehatan memiliki dua fokus utama. Pertama, program makanan bergizi gratis untuk balita dan lansia, dan kedua, program Etam Sejahtera yang memudahkan masyarakat berobat cukup dengan KTP atau NIK," ujar Kusnandar, Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, untuk program makanan bergizi gratis, Dinkes berperan dalam dua aspek penting, yakni pendampingan kader posyandu bidang kesehatan dan pengawasan keamanan serta gizi makanan.
Pendampingan ini dilakukan mengingat pelaksanaan program nantinya akan banyak terpusat di Posyandu.
"Karena kegiatan ini melibatkan Posyandu, maka peran kami adalah melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas kader kesehatan. Sementara untuk keamanan pangan dan gizi, kami memastikan standar keamanan makanan tetap terjaga," tuturnya.
Kusnandar menegaskan, program ini bersifat lintas sektor karena melibatkan beberapa perangkat daerah, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Dinkes fokus pada penyediaan data sasaran balita serta pengawasan mutu gizi dan pangan.
Sementara untuk program Etam Sejahtera, Kusnandar mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk penguatan layanan berobat gratis cukup dengan NIK atau KTP.
Masyarakat diimbau agar memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan mereka aktif.
"Yang harus dipahami masyarakat, berobat cukup dengan NIK itu artinya masyarakat yang memiliki NIK Kukar dapat didaftarkan sebagai peserta BPJS. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan menanggung iurannya bagi warga prasejahtera," ucapnya.
Ia juga mengingatkan kepesertaan BPJS aktif menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menikmati fasilitas berobat gratis tersebut.
"Kalau NIK sudah terdaftar, pastikan statusnya aktif. Kalau belum, segera lapor ke Puskesmas. Pemerintah akan membantu pembiayaan iurannya melalui anggaran daerah," kata Kusnandar.
Lebih lanjut, ia menambahkan, melalui dua program unggulan tersebut, Dinkes tidak hanya menjalankan instruksi pemerintah daerah, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan peran aktif dalam menjaga gizi serta keamanan pangan.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, Program Etam Sejahtera menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Kukar dalam mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik.
"Program ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan pelayanan dasar kesehatan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Harapannya, pada tahun 2026 seluruh program ini sudah berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kukar,"ujar Aulia.
Melalui sinergi lintas perangkat daerah, Pemkab Kukar optimistis dua program strategis ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, pemerataan layanan kesehatan, serta penguatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan, khususnya balita dan lansia. (dri)