
Ilustrasi air bersih.(Pinterest)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah desa di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara {Kukar) belum menikmati layanan air bersih. Pasalnya, kebutuhan air untuk warga hanya menggunakan air sungai dan sumur bor.
Camat Tabang, Ramadani mengatakan, ada dua desa yang belum menikmati layanan air bersih sejak desa itu dibentuk, di antaranya Desa Long Lalang dan Muara Ritan.
Dari dua desa itu diperkirakan ada sekitar 1.900 jiwa."Untuk desa lainnya sudah ada dibangunkan dari program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Yang belum hanya dua desa saja," kata Ramadani kepada Kutairaya, Jum
Dari informasi yang dihimpun, untuk dua desa tersebut akan dibangunkan melalui Perumda Tirta Mahakam.
Selama ini Pemerintah Kecamatan Tabang telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yaitu Dinas Perkim dan Perumda Tirta Mahakam, untuk segera dilakukan percepatan pembangunan jaringan air bersih."Respons pemerintah daerah dan Perumda Tirta Mahakam akan ditindaklanjuti," ucapnya.
Menurutnya, air bersih ini merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi masyarakat.
Karena selama ini masyarakat hanya menggunakan air sungai dan sumur bor, yang tak bisa dijamin kualitas kesehatannya."Kami berharap, persoalan air bersih ini bisa ditangani dengan tepat," ujarnya.
Sementra itu Kepala Desa Long Lalang, Ayub Dangsi mengemukakan, sebelumnya di desa ini sudah dibangunkan sarana air bersih oleh PT. Rea Kaltim.
Namun air yang dihasilkan kualitasnya sangat minim, sehingga sarana tersebut tak digunakan kembali."Saat ini kami hanya memanfaatkan air sungai dan sumur bor," kata Ayub.
Di desa ini yang belum menikmati air bersih ada sekitar 500 jiwa.
Ia berharap seluruh warganya bisa menikmati air bersih sama dengan warga di daerah lainnya.
"Kami sudah menyampaikan persoalan ini lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan. Tapi informasi dari pemerintah kecamatan akan dibangunkan melalui PDAM,"ujarnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perumda Tirta Maham, Suparno menjelaskan, untuk dua desa tersebut sudah dibantu lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Rea Kaltim, namun saat pembangunan sarana itu Perumda Tirta Mahakam tak dilibatkan."Sampai hari ini sarana itu tak dijalankan, kami tak tahu apa penyebabnya," jelas Suparno.
Pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan persoalan air bersih se-Kukar, termasuk di Kecamatan Tabang.
Ia akan mengoptimalkan layanan air bersih di Desa Ritan Baru, karena posisinya lebih tinggi.
"Setelah itu, akan menyisir ke desa yang di bawahnya, termasuk desa Long Lalang dan Muara Ritan," ucapnya. (ary)