• Kamis, 18 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPMD Kutai Kartanegara



Kegiatan Gotong Royong Warga Desa Muara Wis.(Dok. Pemdes Muara Wis)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Semangat gotong royong masyarakat Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali terlihat dalam pelaksanaan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) tahun 2025. Melalui kegiatan ini, warga bersama pemerintah desa bergotong royong melakukan pembersihan dan pemeliharaan aliran anak Sungai Keliran, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kebersihan lingkungan perairan sekaligus memperlancar akses jalur transportasi air yang menjadi sarana utama bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Dana Desa tahun 2025 yang menekankan pemberdayaan masyarakat melalui kerja bersama.

“Untuk kegiatan pemeliharaan sungai ini, seluruh masyarakat dilibatkan. Tidak ada yang dikesampingkan. Semua RT ikut berpartisipasi, dan masyarakat juga merasa senang karena bisa berkontribusi langsung untuk lingkungannya,” ujar Kasmir, Senin (13/10/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan PKTD dilakukan di dua titik utama, yakni di aliran anak Sungai Keliran serta jalur pintas atau antasan Sungai Mhamut menuju Dusun Sepayung. Menurutnya, meskipun aliran sungai tidak tertutup, namun di beberapa titik arus menuju Kumpai dan Loa Janan Ilir sering terganggu akibat penyempitan.

“Kadang masyarakat harus saling menghindar saat berpapasan di sungai karena lebarnya sudah berkurang. Dengan pembersihan ini, akses perahu menjadi lebih lancar dan aman,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan warga ikut terlibat secara bergiliran dari 12 rukun tetangga (RT). Jumlah peserta disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan di masing-masing titik kerja.

“Anggaran kegiatan ini sekitar Rp20 juta, diambil dari pos Jalan Desa, bukan dari alokasi Rp50 juta per RT. Dana tersebut digunakan untuk konsumsi, peralatan, dan kebutuhan operasional selama kegiatan berlangsung,” jelas Kasmir.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pelaksanaan PKTD tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berdampak pada peningkatan pendapatan warga melalui sistem kerja harian yang dibayar langsung oleh pemerintah desa.

“Selain membersihkan sungai, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga karena mereka mendapatkan upah harian dari kegiatan ini. Jadi selain lingkungan bersih, masyarakat pun ikut terbantu,” tambahnya.

Pemerintah Desa Muara Wis berencana untuk terus melanjutkan kegiatan padat karya serupa di lokasi lain yang membutuhkan penanganan lingkungan. Melalui kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat, Kasmir berharap semangat gotong royong tetap terjaga dan menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa.

“Gotong royong adalah warisan yang harus kita pelihara. Dengan kebersamaan seperti ini, pembangunan desa bisa berjalan lebih cepat dan hasilnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Dri/Adv)



Pasang Iklan
Top