
Camat Muara Kaman Barliang.(Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Camat Muara Kaman, Barliang, menegaskan bahwa pihaknya terus memprioritaskan pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai penopang utama perekonomian masyarakat. Selain itu, pihak kecamatan juga berkomitmen mendorong pengembangan sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar, khususnya wisata sejarah.
Menurut Barliang, Muara Kaman merupakan salah satu kecamatan penyumbang hasil pertanian yang cukup signifikan di Kutai Kartanegara. “Kalau kami di kecamatan, prioritas utama adalah infrastruktur, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Potensinya sangat besar, tinggal dipoles lagi agar lebih maksimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak masa kepemimpinan Bupati Kukar sebelumnya, berbagai program pertanian sudah masuk ke wilayah Muara Kaman. Salah satunya adalah program kawasan pertanian terintegrasi yang berlokasi di Desa Cipari Makmur. Program ini dinilai berhasil mendorong produktivitas petani setempat.
“Pertanian di Muara Kaman sebenarnya sudah berjalan baik sejak zaman Pak Edi Damansyah. Program-program yang masuk kala itu sangat luar biasa, terutama kawasan pertanian terintegrasi yang kini terus berkembang,” jelas Barliang Senin (16/9/2025).
Meski demikian, Barliang mengakui sektor pariwisata di Muara Kaman masih belum tergarap optimal. Padahal, daerah ini memiliki potensi besar, terutama wisata sejarah.
“Muara Kaman memiliki peninggalan sejarah tua yang menjadi daya tarik, bahkan sering dikunjungi tamu dari luar daerah, termasuk Bali. Sayangnya, hingga kini potensi itu belum tersentuh maksimal,” ungkapnya.
Ia berharap dengan adanya keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), perhatian terhadap pengembangan wisata sejarah di Muara Kaman semakin besar. Menurutnya, keberadaan IKN secara otomatis akan membawa dampak positif bagi peningkatan kunjungan wisata.
“Ke depan, kami harus fokus mengembangkan potensi wisata ini. Dengan adanya IKN, Muara Kaman bisa menjadi salah satu tujuan utama karena memiliki jejak kejayaan sejarah yang luar biasa,” tutur Barliang.
Dengan kombinasi antara penguatan sektor pertanian dan pengembangan wisata sejarah, Kecamatan Muara Kaman diharapkan dapat menjadi wilayah strategis yang mampu berkontribusi besar terhadap pembangunan Kutai Kartanegara, khususnya dalam menghadapi era baru dengan hadirnya IKN. (Dri/Adv)