
Kantor KONI Kukar.(Foto:Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (Kutairaya.com) : Persiapan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Kabupaten Paser masih stagnan.
Ketua KONI Kukar Chairil Anwar mengatakan, hingga saat ini belum ada anggaran yang tersedia untuk mendukung proses persiapan tersebut.
Ia mengaku, sudah ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang sudah mulai melakukan Pra Porprov di berbagai daerah. Ia menekankan, koordinasi terus dilakukan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, mengingat semua pengelolaan hibah kini terpusat di Dispora sesuai regulasi baru.
"Saat ini kita masih menunggu, ada beberapa cabor yang katanya sedang ikut Pra Porprov, tapi belum semuanya lapor. Kita juga masih koordinasi dengan Dispora, karena sekarang semua urusan hibah ada di mereka," ujar Chairil Anwar saat dihubungi Kutairaya.com, Senin (15/9/2025).
Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa saat ini KONI Kukar belum menerima satu rupiah pun dari anggaran, proses pengajuan anggaran masih menunggu pembahasan dalam Badan Pengelola Anggaran Sementara (BPAS), dan ini bukan hanya terjadi di Kukar, tapi hampir di seluruh Indonesia karena adanya keterlambatan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah.
"Kami dari KONI Kukar belum ada anggaran sama sekali, informasinya sedang digarap, tapi saat ini kita tetap menunggu. Dispora juga sedang ikat pinggang karena anggaran mereka dirasionalisasi," jelasnya.
KONI Kukar sendiri telah mengusulkan anggaran sekitar Rp 60 miliar untuk mendukung keikutsertaan di Porprov 2026.
"Anggaran tersebut mencakup pembinaan atlet, pelaksanaan Pra Porprov hingga kebutuhan logistik dan teknis saat Porprov berlangsung," sebutnya.
Ia menegaskan, KONI Kukar tidak berharap muluk-muluk di tengah situasi saat ini, pihaknya lebih fokus pada bagaimana cabang olahraga bisa tetap beraktivitas, meski dengan keterbatasan anggaran.
"Saya tidak berharap banyak karena kondisi sekarang ini, syukur-syukur kalau ada kita jalan. Yang penting itu teman-teman cabor yang sedang latihan dan ikut Pra Porprov harus tetap didukung sebisanya," tambahnya.
Terkait target prestasi di Porprov 2026 mendatang, Chairil Anwar belum dapat berbicara banyak.
"Soal target tidak muluk-muluk, kalau anggarannya belum ada atau minim, bagaimana kita bisa kasih perhatian ke atlet saat latihan, itu yang jadi masalah utama," pungkasnya.
Sementara itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kukar menjadi salah satu cabor yang sudah berhasil mengantongi kuota Porprov dan saat ini tengah persiapan menuju Porprov 2026.
Manajer tim FPTI Kukar, Richo Febryan, menyatakan bahwa timnya saat ini sudah memulai latihan rutin, selain itu akan pemusatan latihan juga yang akan dilaksanakan pada tahun depan di Tenggarong.
FPTI Kukar berhasil meloloskan 16 atlet terdiri dari 8 putra dan 8 putri usai mengikuti pra Porprov pada 3-10 September 2025 di Sangatta, Kutai Timur.
"Saat ini latihan sudah mulai berjalan, kami juga sedang memecah tim karena ada beberapa atlet yang akan difokuskan ke Kejurnas dan untuk menambah jam terbang menuju porprov, untuk Porprov nanti, fokus kami adalah meraih hasil terbaik," ungkap Richo.
Ia juga menanggapi terkait anggaran yang saat ini belum ada di KONI Kukar untuk Porprov 2026 nantinya, ia berharap permasalahan tersebut bisa terselesaikan dan dapat mendukung cabor di Kukar untuk Porprov 2026
"Efek dari anggaran yang minim ya tentu berdampak ke uji cobanya, tapi kami tetap fokus dan berusaha semaksimal mungkin," tutupnya. (*zar)