• Senin, 11 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Anggota DPRD Kukar Komisi IV, Muhammad Idham.(Foto:Indri)

TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Komisi IV, Muhammad Idham, menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan pelosok Kukar yang memiliki akses cukup sulit. Pernyataan ini ia sampaikan saat diwawancarai pada Sabtu (13/9/2025).

Menurut Idham, karhutla masih menjadi ancaman serius, terutama di wilayah dengan jarak tempuh yang jauh dan sulit dijangkau. Kondisi geografis ini seringkali membuat penanganan di lapangan terkendala waktu dan sumber daya.

"Kalau di Sebulu atau Tenggarong Seberang masih relatif dekat, sehingga kalau ada kejadian bisa cepat ditangani. Tapi kalau di wilayah pelosok, jarak tempuh sangat jauh, bahkan dari pagi sampai sore baru sampai. Itu jadi tantangan besar," jelasnya.

Idham menilai, perlu ada sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat setempat agar kebakaran hutan dapat dicegah maupun ditangani dengan lebih cepat.

"Harapannya, kalau ada kebakaran hutan bisa ditangani bersama-sama. Jadi bukan hanya satu pihak saja, tapi harus ada sinergi," katanya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu diberdayakan agar terlibat langsung dalam upaya pencegahan. Edukasi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar harus terus disosialisasikan, mengingat kebiasaan tersebut masih ditemui di beberapa desa.

"Kalau masyarakat sudah paham, mereka tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Justru bisa diarahkan untuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi produktif, misalnya untuk pertanian atau perkebunan," ujarnya.

Selain aspek lingkungan, Idham juga menyoroti sisi kesejahteraan warga. Menurutnya, pemanfaatan lahan produktif akan berdampak ganda, yakni mencegah karhutla sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Politisi asal Komisi IV itu menegaskan, DPRD Kukar memiliki perhatian serius terhadap kondisi wilayah pelosok, baik terkait pendidikan, pertanian, maupun lingkungan. Aspirasi masyarakat yang ia terima saat melakukan kunjungan ke desa-desa juga memperkuat komitmen tersebut.

"Kami sudah beberapa kali turun ke lapangan, melihat langsung kondisi di desa. Banyak aspirasi yang masuk, salah satunya terkait sarana prasarana dan juga pencegahan karhutla. Ini semua kami sampaikan ke pemerintah agar segera ditindaklanjuti," tambahnya.

Idham berharap, perhatian pemerintah terhadap wilayah pelosok semakin besar ke depan, sehingga tidak ada lagi kesenjangan layanan, baik dalam bidang infrastruktur, pendidikan, maupun penanggulangan bencana.

"Kami ingin semua wilayah, termasuk yang jauh sekalipun, mendapat perhatian. Jangan sampai terabaikan hanya karena akses yang sulit," tandasnya. (adv)



Pasang Iklan
Top