• Sabtu, 16 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Anggota DPRD Kukar Komisi IV, Muhammad Idham.(Foto:Indri)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Komisi IV, Muhammad Idham, menegaskan pentingnya mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai penopang perekonomian daerah di masa depan. Hal itu ia sampaikan saat diwawancarai pada Sabtu (13/9/2025).

Idham mengungkapkan, masih banyak lahan tidur di sejumlah wilayah Kukar yang belum dioptimalkan. Menurutnya, jika lahan tersebut digarap secara maksimal, maka dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

"Kalau kita hanya mengandalkan batu bara, tentu tidak akan bertahan lama. Harus ada pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Lahan kita masih luas, banyak yang belum dimanfaatkan. Ini harus jadi perhatian bersama," jelas Idham.

Ia mencontohkan, wilayah pelosok Kukar yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor perkebunan sawit masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. Aspirasi masyarakat yang sering ia terima antara lain permintaan pupuk dan bibit agar hasil perkebunan lebih produktif.

Selain sawit, Idham juga mendorong adanya program percetakan sawah baru di beberapa desa. Menurutnya, sektor persawahan perlu diperluas agar generasi muda bisa melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

"Kalau kita buka percetakan sawah di desa-desa, manfaatnya besar sekali. Anak-anak muda bisa kita dorong menjadi petani milenial. Pertanian dan perkebunan ini harus kita galakkan agar masa depan mereka tidak hanya bergantung pada tambang," tegasnya.

Idham menambahkan, keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan pertanian akan membawa dampak positif tidak hanya pada perekonomian, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat pedesaan.

"Kalau masyarakat bisa mandiri dari hasil kebun atau sawahnya, maka ekonomi daerah pun ikut tumbuh,"ujarnya.

Komisi IV DPRD Kukar, kata Idham, berkomitmen untuk terus memperjuangkan program-program pertanian dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

"Harapan kami, aspirasi masyarakat di bidang pertanian ini bisa segera direspons, sehingga pembangunan sektor pangan dan perkebunan berjalan seimbang dengan sektor lain," pungkasnya. (adv)



Pasang Iklan
Top