
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani.(Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dewan Perrwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar meminta kepada pemerintah daerah, untuk melakukan seleksi jabatan Direktur PT Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (KSDE) secara profesional.
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menegaskan, agar yang akan menjadi sebagai Direktur PT KSDE memang figur yang profesional bukan karena ada kedekatan. Dan diharapkan nantinya bisa mengelola segala unit usaha khususnya pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
"BUMD itu tersebut memang bergerak pada sektor kelistrikan dan energi. Dan kita pastikan dalam mengelola unit usaha itu, harus memiliki profesional yang tinggi," kata Ahmad Yani pada Kutairaya, di DPRD Kukar, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, figur yang dibutuhkan pada BUMD tersebut tidak boleh orang sembarangan. Yang dibutuhkan ialah orang-orang yang berpengalaman, sehingga BUMD itu bisa memberikan manfaat kepada daerah.
"Untuk mencari figur yang profesional, bisa dilakukan dengan fit and proper test, koreksi. Untuk menjadikan Direktur dan memang layak, harus ada pendapat dan disetujui oleh DPRD, kalau tidak ada itu maka akan ditolak," ucapnya.
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait fit and proper test oleh DPRD ini harus dilakukan. Dalam penyeleksian jabatan Direktur tersebut, tak boleh ada nepotisme, yang diperbolehkan ialah melakukan penyeleksian secara terbuka baik di daerah, nasional bahkan internasional.
"Siapa pun yang mampu untuk mengelola BUMD itu, silahkan mengikuti seleksi tersebut tanpa memandang apapun itu. Kalau ada dan lebih baik orang daerah atau lokal," ujarnya.
Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setkab Kukar Haryo Martani menjelaskan, penyeleksian jabatan Direktur Utama (Dirut) PT KSDE akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Pemerintah daerah tengah melakukan persiapan untuk membuka seleksi Direktur KSDE dengan membentuk panitia seleksi (Pansel).
"Saat ini kita sedang ditahap penetapan Surat Keputusan (SK) tim Pansel. Dan persetujuan pihak dari tim penguji yang diminta untuk menguji," jelas Haryo Martani. (ary)