• Selasa, 03 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Disdikbud Kutai Kartanegara



Kepala Disdikbud Kukar, Thauid Afrilian Norr bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin, dan musisi lokal serta duta budaya tengah membuat video klip lagu ikonik persiapan adat Erau 2025. (foto/rohman)


TENGGARONG,(KutaiiRaya.com): Dalam menjaga kelestarian musik tradisional Kutai kembali mendapat perhatian serius.

Dalam hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tengah mempersiapkan produksi video klip lagu Erau yang akan menjadi bagian penting dalam perayaan Erau Adat Kutai 2025.

Lagu Erau, karya legendaris almarhum Amat Gambus, menjadi simbol budaya Kutai yang sudah melekat di hati masyarakat. Dalam penggarapannya kali ini, pemerintah daerah mendorong agar terus menjaga keaslian instrumen alat musik tradisional yang menjadi ciri khas musik daerah.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan meski dilakukan aransemen baru agar lebih segar, unsur tradisional tetap menjadi fondasi utama.

"Kami ingin menghadirkan musik yang bisa diterima generasi muda, tetapi tetap menonjolkan alat musik khas Kutai seperti gamelan dan gendang," ujarnya di Kedaton, Tenggarong, Rabu (20/8/2025).

Sebelum proses produksi dimulai, pihak Disdik terlebih dahulu meminta restu dari keluarga almarhum Amat Gambus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pencipta lagu sekaligus memastikan pelestarian nilai-nilai etika dalam berkesenian.

"Alhamdulillah keluarga beliau mendukung penuh, sehingga semangat menjaga tradisi ini semakin kuat," kata Thauhid sapaan akrabnya.

Dalam aransemen musik, Disdikbud Kukar tetap mengedepankan harmoni antara instrumen modern dan instrumen tradisional. Kendati ada sentuhan kekinian, nuansa etnik Kutai tetap menjadi pusat perhatian.

"Meski dibawakan dengan aransemen pop, instrumen tradisional tetap hadir agar identitas musik kita tidak hilang," jelasnya.

Selain musik, pemerintah juga menyiapkan video klip khusus untuk memperkenalkan lagu Erau kepada publik secara lebih luas. Video ini nantinya akan menjadi ikon resmi Erau Adat Kutai 2025 sekaligus sarana promosi budaya Kutai kepada generasi muda dan masyarakat luar daerah.

"Target akhir bulan ini video sudah rampung, sekaligus akan kita luncurkan bersamaan dengan pengumuman logo dan rangkaian Erau 2025," terang Thauhid.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin, turut memberikan dukungan penuh.

Dengan, menjaga tradisi musik dengan menekankan penggunaan instrumen khas daerah adalah bagian dari tanggung jawab bersama.

"Erau bukan hanya pesta rakyat, tetapi juga wadah pelestarian warisan leluhur," ucap Thauhid.

Dengann langkah ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal alat musik tradisional dan menjadikannya sebagai kebanggaan daerah.

"Harapan kami, musik Erau dengan sentuhan tradisional ini dapat menjadi ikon budaya dan menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga warisan Kutai," pungkas Thauhid. (adv)



Pasang Iklan
Top