• Minggu, 10 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Ketua DRPD Kukar, Ahmad Yani.(Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai pemberian tali asih kepada veteran dan janda veteran dengan nilai Rp 900 per bulan sangat kecil. Oleh karenanya itu, Pemkab Kukar diharapkan bisa menaikkan nilai tali asih.

Permintaan itu disampaikan Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani usai mengikuti upacara bendera merah putih, di lapangan kantor Bupati Kukar, Minggu (17/8/2025).

"Pemberian tali asih dengan nilai Rp 900 ribu itu sangat kurang, hal itu tak sebanding dengan perjuangan mereka, untuk bangsa Indonesia khususnya di Kutai Kartanegara," katanya.

Menurutnya, veteran ini merupakan pahlawan yang rela membela bangsa Indonesia. Dan kemerdekaan Republik Indonesia, telah dirasakan selama 80 tahun ini. Seharusnya tali asih yang diberikan setara dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yaitu Rp 3,7 juta."Kalau tidak bisa UMK, paling tidak setengah dari UMK tersebut," tegasnya.

Tali asih yang diberikan saat ini belum menunjukan rasa kesejahteraan veteran dan janda veteran, meskipun bangsa Indonesia telah merdeka ke 80 tahun.

Sementara itu veteran Kecamatan Loa Janan Suharno menyebutkan, tali asih yang diberikan Pemkab Kukar selama ini besarannya Rp 900 perbulan.
"Kami sudah pernah mengusulkan untuk pemberian tali asih sekitar Rp 1 juta, namun ini belum disetujui. Semoga dengan pemimpin baru bisa disetujui bahkan nilainya lebih dari Rp 1 juta," sebut Suharno.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Jaminan dan Sosial Ahmad Fahruzi menjelaskan, pemerintah daerah telah memberikan perhatian serius kepada veteran dan janda veteran, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya demi bangsa Indonesia, termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Setiap bulan kita memberikan santunan kepada veteran maupun janda veteran dengan nilai Rp 900 ribu, per bulan. Dan bantuan sembako pada momen tertentu," jelas Ahmad Fahruzi.

Pihaknya tidak bisa memastikan terkait penambahan tali asih kepada veteean maupun janda veteran. Hal itu tergantung dari kebijakan kepala daerah, Dinas Sosial (Dinsos) ini hanya menyalurkan saja.

"Saya pernah ke pulau jawa bahwa disana tidak ada pemberian tali asih, jadi baru kita yang memberikan tali asih kepada veteran," ucapnya.

"Untuk menambah nilai tali asih itu juga, diperlukan Satuan Standar Harga (SSH) pembanding, dengan daerah lainnya," imbuhnya.

Di Kukar ada 19 veteran dan janda veteran itu 57 orang di sejumlah kecamatan diantaranya Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Anggana, Samboja, Muara Jawa, Sanga Sanga, Muara Badak, Sebulu dan Tabang.

"Yang masih banyak veteran dan janda veteran di Tabang, Muara Badak, Samboja, Sanga Sanga," pungkasnya. (ary)



Pasang Iklan
Top