• Selasa, 03 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Disdikbud Kutai Kartanegara



Plt Kepala Bidang SMP, Emy Rosana Saleh.(Foto:Rohman)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan diri menjadi distrik digital reference pertama di Indonesia.

Upaya ini ditandai dengan semakin banyaknya sekolah yang mengadopsi sistem pembelajaran berbasis digital, terutama melalui kemitraan dengan Google.

Plt Kepala Bidang SD Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menyampaikan bahwa Kukar sudah memiliki satu sekolah rujukan Google, yakni SMPN 7 Muara Kaman, dan 22 sekolah kandidat rujukan lainnya. Jumlah ini merupakan yang terbanyak di Indonesia.

"Program ini tidak hanya berbasis Google, tetapi juga memperkuat ekosistem digital secara menyeluruh," ungkap Emy sapaan akrabnya saat diwawancarai pada Selasa (12/8/2025).

Perangkat digital yang disalurkan langsung dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, juga mendorong Diskominfo untuk memperkuat jaringan internet, terutama di sekolah yang koneksinya belum optimal. Akses internet lancar sangat penting agar pembelajaran digital berjalan maksimal.

Dalam kunjungan ke SMPN 3 Tenggarong, kemarin, Emy juga mengapresiasi penerapan literasi digital yang sudah sangat baik. Sekolah ini menjadi contoh sukses pemanfaatan teknologi dalam memperkuat literasi siswa dan guru.
Salah satu hasil positif dari kerja sama ini adalah kolaborasi internasional. Setelah kunjungan dari pihak Google, Board of Education Jepang mengajak sekolah-sekolah di Kukar untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan siswa di Jepang.

Kolaborasi ini membuka peluang pertukaran budaya dan wawasan global, sekaligus mengasah keterampilan komunikasi lintas negara bagi siswa.

"Ini peluang besar untuk memperkenalkan kualitas pendidikan Kukar ke dunia," kata Emy.

Selain teknologi, penguatan literasi konvensional tetap menjadi fokus. Sekolah-sekolah mendapat dukungan buku referensi berkualitas, seperti kamus, novel, dan literatur sains untuk mendukung pembelajaran.

Literasi digital dan tradisional dijalankan seimbang agar siswa dapat beradaptasi di era digital tanpa kehilangan kemampuan membaca buku seacara fisik.

Rencananya, pencapaian ini akan diresmikan bersamaan dengan peringatan 17 Agustus, sekaligus menjadi tonggak sejarah pendidikan berbasis digital di Kukar seabagai rasa syukur atas pencapaian yang telah didapatkan khususnya dibidang literasi pendidikan.

"Kami berharap Kukar bisa menjadi model distrik digital yang menginspirasi daerah lain di Indonesia," tutup Emy. (adv)



Pasang Iklan
Top