
Demplot Kelurahan Baru.(Dok.Kelurahan Baru)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara telah berjalan dengan baik, salah satunya gerakan menanam cabe. Program yang menyasar kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) hingga TP PKK ini terus digalakkan di 237 Desa dan Kelurahan.
Sebagai bentuk penghargaan mereka yang telah mendukung program ini, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar menggelar lomba tingkat kabupaten.
Hal ini disampaikan Plt.Kepala Disketapang Kukar Ananias kepada Kutairaya.com, Senin (28/7/2025).
Sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan pihaknya mendorong penanaman cabai di pekarangan rumah."Program ini telah berjalan sejak awal bulan Juli 2025 lalu, semua ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka menanam menggunakan lahan pekarangan mereka, dengan menggunakan planter bag," ujarnya.
Selain gerakan tanam ini, Disketapang juga mengadakan lomba penilaian kepada KWT dan PKK yang terbaik dalam gerakan menanam cabai ini. Lomba ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang telah mendukung program ini dengan baik.
Nantinya akan disiapkan hadiah uang pembinaan kepada para pemenang, agar mereka semangat dalam menanam cabai ini.
"Kami juga memberikan bantuan kepada KWT dan PKK untuk mendukung lomba menanam cabai ini. Bantuan tersebut berupa planter bag, pupuk, benih dan juga pastisida kepada masing-masing KWT dan PKK," jelasnya
Ia menambahkan, ketahanan ini penting untuk masyarakat yang khususnya yang tidak banyak memiliki lahan untuk penanaman, dan juga membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari
Sementara Lurah Baru, Bayu Ramanda Bani Nugraha mengatakan bahwa program gerakan menanam di lombakan, dan Kelurahan Baru diberikan kesempatan ketiga kalinya untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten.
"Yang pertama lomba BBGRM ke-22, kedua lomba perpustakaan dan saat ini sudah masuk nominasi 16 besar, ketiga lomba gerakan tanam cabai. Alhamdulillah kami dengan gotong royong yang ada dilingkungan internal dan eksternal, kami laksanakan lomba tersebut. Kami ada 500 planter bag yang dibagikan ke 18 RT, satu RT dapat 25 planter bag plus PKK, KWT, dan LPM," ungkapnya.
Masing-masing kelompok masyarakat bergotong royong, mulai dari proses mengaduk dan mencampur media tanam ke planter bag, termasuk memupuk, menyiram sampai saat ini berjalan secara gotong royong.
"Kegiatan ini dipusatkan di halaman BPU Kantor Kelurahan Baru, semua warga saling sinergi untuk mendapatkan hasil yang terbaik," imbuhnya.
Bayu optimis bisa mendapatkan hasil terbaik dari lomba ini, karena berkaca dari lomba sebelumnya bisa meraih juara. Dan gerakan menanam cabai ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. (dri)