• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Buah Melon Hasil dari Kelompok Wanita Tani di Kukar.(Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kutai Kartanegara melakukan pengawasan mutu pangan secara intensif ke seluruh kecamatan dan melakukan sosialisasi kepada kelompok tani di Kukar.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP Kukar Aji Dani mengatakan, bahwa dalam hal pengawasan pangan pihaknya mempunyai program pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan, seperti hortikultura, sayur dan buah-buahan, termasuk juga serealia seperti padi, sorgum, maupun sagu.

"Fokus kami pada pengawasan pangan segarnya," ujar Aji Senin (14/7/2025).

Ia menjelaskan, pengawasan keamanan pangan, dengan mengawasi di seluruh kecamatan."Pengawasan yang kami awasi itu selain sayur-sayur dan buah-buahan hortikultura, yaitu juga yang beras. Pre-market yang pangan segar asal tubuhan."jelasnya.

Ia menyebut selain pengawasan juga dilakukan penyuluhan kepada lembaga kelompok taninya, sampai April 2025, ada sebanyak 1.071 Poktan. "Dan paling banyak di Kecamatan Loa Kulu dengan Tenggarong Seberang, selain itu ada penyuluhan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kukar." katanya.

Pengawasan ini untuk memastikan keamanan pangan ini ada residu pestisida berbahaya atau tidak, dan yang terpenting bisa layak di konsumsi oleh masyarakat.

Sementara itu terpisah, Ketua KWT Loa Kulu Salma mengungkapkan bahwa pengawasan tentang pangan ini dibutuhkan, karena berkaitan dengan penggunaan pupuk dan pestisida pada tanaman pangan. Sebagian anggota KWT belum paham mengenai hal seperti itu.

"Penyuluhan dan pengawasan dari Dinas Ketahanan Pangan sangat membantu. Dan kami jadi tau, mana yang boleh dilanjutkan dan apa yang tidak boleh dilakukan." ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk kegiatan KWT di Kecamatan Loa Kulu berbagai macam. Bercocok tanam tanaman hortikultura di demplot dan pekarangan rumah.

"Harapan kami dari KWT, kalau bisa juga dilakukan pelatihan tentang keamanan pangan, pengemasan, pengolahan produk khususnya kepada KWT. Karena belum semua mendapatkan fasilitas ini." tutupnya. (dri)



Pasang Iklan
Top