
Kaki Siswanto Usai Diamputasi
SAMARINDA (KutaiRaya.com) Setelah 16 hari menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Wahab Sjahranie akibat komplikasi diabetes akut, seorang warga asal Semarang, Siswanto (57), direncanakan akan segera dipulangkan ke kampung halamannya.
Proses pemulangan tersebut difasilitasi oleh Dinas Sosial Kota Samarinda bersama Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim).
Siswanto masuk rumah sakit sejak 23 Juni 2025 lalu setelah ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Infeksi parah pada kelingking kaki kanannya membuat tim medis terpaksa melakukan tindakan amputasi. Selama ini, ia menjalani pengobatan dengan dukungan jaminan BPJS.
"Alhamdulillah, rencana pemulangan sudah ada. Saat ini kami masih dalam proses koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan kelayakan terbang dan teknis lainnya," ucap Pendamping Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Samarinda, Jamilah, Rabu (09/07/2025).
Selama merantau di Samarinda, Siswanto bekerja serabutan dan tinggal menumpang di rumah teman di wilayah Tanah Merah, Samarinda Utara. Ia diketahui tidak memiliki sanak keluarga di kota ini.
"Setelah dilakukan asesmen, ternyata beliau tidak memiliki keluarga di sini. Karena itu, kami berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinsos Provinsi, untuk memfasilitasi kepulangannya," terangnya.
Kondisi kesehatannya yang belum pulih sepenuhnya membuat proses pemulangan membutuhkan perhatian khusus. Rencananya, tim pendamping akan membantu pengurusan administrasi rumah sakit, memastikan kesiapan transportasi, serta mendampingi selama perjalanan.
"Besok kami mulai mengurus teknis pemulangan, mulai dari administrasi rumah sakit hingga pengaturan transportasi. Semoga bisa segera terlaksana," jelasnya.
Keluarga Siswanto di Semarang disebut telah siap menyambut kepulangannya, meski tidak mampu datang langsung karena keterbatasan ekonomi. Siswanto diketahui memiliki seorang istri dan dua anak yang masih bersekolah.
"Kondisi keluarga di sana juga terbatas, jadi kami bantu fasilitasi dari sini. Harapannya proses ini bisa berjalan lancar dan Pak Siswanto bisa kembali berkumpul dengan keluarganya," pungkasnya. (skn)