
Tampak depan SMA Negeri 4 Samarinda.(Foto:Siti/Kutairaya)
SAMARINDA (KutaiRaya.com) Harapan besar disampaikan warga Samarinda Seberang menyambut rencana pembangunan ulang SMA Negeri 4 Samarinda yang selama ini terdampak banjir setiap hujan deras turun.
Salah satu warga sekaligus alumni SMA 4, Putri Ayu (25) mengaku kondisi sekolah yang berada di kawasan rawan genangan telah lama mengganggu aktivitas belajar.
"Sering banget banjir kalau lagi hujan deras, biasa lumayan tinggi. Kalau di ruang kelas mungkin di atas betis dikit, tapi kalau di luar ruang kelas tinggi banjirnya," ucap Putri, Sabtu (05/07/2025).
Ia menyebut, saat banjir datang, kegiatan belajar mengajar kerap terganggu. Sekolah pun terpaksa memulangkan atau meliburkan siswa demi keselamatan.
"Iya, kalau sudah tinggi banjirnya, dipulangkan atau diliburkan," tambahnya.
Sebagai alumni yang juga tinggal di sekitar sekolah, Putri berharap pembangunan ulang SMA 4 tidak sekadar proyek pembangunan biasa. Ia ingin desain dan pelaksanaannya benar-benar mempertimbangkan kondisi lapangan agar bangunan baru lebih tahan terhadap banjir.
"Semoga benar-benar dibangun dengan perencanaan yang matang, sesuai kondisi di sini. Jangan sampai kejadian banjir terus berulang. Apalagi ini salah satu sekolah favorit di Samarinda Seberang," harapnya.
Diwawancarai terpisah, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memastikan proyek pembangunan ulang SMA Negeri 4 akan dimulai tahun 2026. Pemerintah Provinsi menargetkan perencanaan teknis rampung tahun ini, dan pembangunan fisik dimulai tahun depan.
"Beberapa waktu lalu memang pembangunannya terhambat. Sekarang kita pastikan SMA 4 akan terbangun. Tahun ini perencanaan, tahun depan mulai kita bangun," ungkap Seno Aji.
Ia juga mengungkapkan adanya wacana penggunaan desain rumah panggung pada bangunan baru SMA 4. Hal ini dimaksudkan sebagai respons terhadap kondisi geografis Samarinda yang rawan banjir serta upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.
"Memang ada wacana akan dibangun seperti rumah panggung. Tapi saya sendiri belum lihat detail perencanaannya, karena masih digodok. Nanti kalau sudah final, saya sampaikan lagi," jelasnya.
Sebagai informasi, konsep rumah panggung mulai banyak digunakan di Kalimantan Timur, terutama di wilayah banjir seperti Samarinda dan Kutai Kartanegara.
Selain meminimalkan risiko kerusakan akibat genangan air, desain ini juga memungkinkan area bawah bangunan difungsikan sebagai ruang serbaguna atau ruang terbuka hijau. (skn)