
Bupati tinjau longsor di Jalan Gunung Pegat
TENGGARONG, (Kutairaya.com)Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meninjau langsung rumah yang terkena longsor di Jalan Gunung Pegat,RT 35,Kelurahan Melayu, Tenggarong setelah sebelumnya mendapatkan surat dari Linda Wahyuni salah satu warga yang rumahnya hancur terkena longsor.
Linda Wahyuni menjelaskan kronologi longsor yang terjadi pada 28 Mei 2025 yang menimpa rumahnya.
"Setengah 11 malam hujan deras disini,nah begitu adzan subuh saya sholat dan setelah itu setengah 6 sayamembersihkan halaman didepan rumah,terjadi longsor pertama dan saya membangunkan anak anak untuk mengungsi diluar,kemudian saya liat diruang tamu saat itu lantainya sudah terbelah dua,kemudian jam 9 pagi masih hujan dan saya liat rumah saya sudah hancur,"ungkapnya pada Kutairaya.com,Rabu (2/7/2025).
Setelah kejadian longsor tersebut RT 35 dan Kelurahan Melayu dengan sigap langsung melakukan tinjauan ke lokasi tersebut. “Untuk tempat tinggal sementara,kami ngontrak di Jalan Kartini,”ujarnya.
Ia mengaku telah mengirim surat kepada Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri pada 30 Juni 2025. “Pada selesai pelantikan Bupati Kukar Open House mengundang masyarakat untuk makan bersama,pada saat itu dengan inisiatif saya,saya langsung menulis surat dan memberikan KTP,KK kepada istri Bupati Kukar.Dan alhamdulillah langsung direspon,”ujarnya.
Lebih lanjut,ia mengaku tanggapan dari istri Bupati setelah menerima surat tersebut sangat positif,dan disambut dengan sangat baik."Saya kirim hari senin dan hari ini langsung ditinjau oleh Bupati,berarti ia memang benar benar memikirkan masyarakatt," jelasnya.
Sementara itu,Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengaku telah mendapatkan surat yang ditulis oleh Linda Wahyuni, “Suratnya menceritakan bahwa ia terkena dampak longsor dan berharap bisa ditinjau langsung oleh Bupati Kukar,”’ujar Aulia Rahman Basri
Setelah itu,pihaknya berkordinasi dengan RT 35 dan Kelurahan Melayu,yang sebelumnya mengetahui kondisi rumah warga tersebut,
"Kami langsung tinjau hari ini bersama OPD terkait,dan hasil tinjauan menunjukkan bhwaa kondisi rumah tersebut hancur,kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bahwa menangani bencana tidak seperti pemadam kebaran,kalau kebakaran harus ada apinya baru dipadamkan sedangkan bencana alam harus kuat dimitigasinya,"paparnya.
Lebih lanjut, saat ini Pemerintah sedang melakukan langkah untuk penanggulangan bencana serta merelokasikan warga yang rumahnya hancur akibat terjadnya longsor.
"Dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) sudah ada perencanaan relokasi dibelakang rumah sakit Aji Muhammad Parikesit yang luas lahannya sekitar 1,3 hektar,dengan lahan 1,3 hektar bisa membangun 50-90 rumah layak huni,yang diperkirakan pembangunan dimulai tahun depan,"paparnya.
Ia mendorong pada dinas PU,Perkim dan Dinas Pertanahan dan tata ruang untuk menyiapkan lahan yang akan dibangunkan rumah layak huni untuk proses mengungsi dari bencana kedepannya
"Selagi menunggu korban direlokasi kita akan bantu kebutuhan dasarnya,temen temen dinas sosial kabarnya sudah bergerak untuk membantu,"tutupnya. (*zar)