
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Resmi sudah Aulia Rahman Basri dan Rendy Solihin dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara periode 2025-2030.
Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud (Harum), di Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/06/2025) pagi.
Usai dilantik, Aulia Rahman Basri dan Rendy Solihin langsung bertolak ke IPDN Jatinangor bersama 92 kepala daerah dan wakil kepala daerah lainnya, dari 22 hingga 26 Juni 2025 untuk mengikuti kegiatan "Retret" Kepala Daerah.
Harapan baru masyarakat Kutai Kartanegara tentu menggelora, sebab Bupati Kutai Kartanegara periode sebelumnya Edi Damansyah sudah melakukan kerja nyata yang telah dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kutai Kartanegara dengan Program Dedikasi Kukar Idaman yang merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang bertujuan untuk mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kukar, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar.
Program ini mencakup berbagai bidang, termasuk pemberdayaan keluarga, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan. RPJMD 2021-2026 telah menetapkan program strategis pembangunan daerah yang terdiri dari 23 Program Dedikasi Kukar Idaman (Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri).
Sementara itu, Bupati Kukar yang baru dilantik Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menegaskan, program “Kukar Idaman” tetap berlanjut dan kini akan ditingkatkan menjadi program “Kukar Idaman Terbaik” untuk kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara.
Tentunya masyarakat Kutai Kartanegara menanti inovasi nyata kepala daerah untuk mewujudkan program kerja menuntaskan persoalan-persoalan di Kukar yang tentunya harus selaras dengan program pemerintah pusat, namun tantangannya saat ini adalah kepala daerah harus lebih bijak memikirkan mana program yang menjadi prioritas karena dampak efisiensi.
Evaluasi terhadap pemerintahan sebelumnya juga menjadi langkah penting yang harus dilakukan. Meskipun wakil Bupati Kukar periode sebelumnya masih sama dengan periode saat ini tentunya duet kepala daerah baru harus meninjau kembali kebijakan yang telah diterapkan, mengidentifikasi program-program yang berhasil dan yang belum berhasil, serta melakukan perbaikan yang diperlukan.
Program sebelumnya yang terbukti efektif dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas harus terus dilanjutkan dan dikembangkan. Dalam hal ini, transparansi juga sangat penting. Masyarakat Kukar harus turut andil mengawasi jalannya pemerintahan termasuk kinerja kepala daerah dalam menjalankan program kerja, ini menjadi pengingat bagi kepala daerah agar menyuarakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan kepemimpinannya. (Widha Riduan)