• Sabtu, 06 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kegiatan pemeriksaan mata gratis disambut antusias warga Samarinda


SAMARINDA (KutaiRaya.com) Banyak warga sebenarnya sudah menyadari adanya gangguan penglihatan, namun belum pernah memeriksakan kondisi matanya secara medis. Sebagian memilih bertahan dengan kacamata baca murah seadanya, sebagian lainnya tetap beraktivitas tanpa alat bantu, meski daya lihat makin berkurang.

Hal ini terungkap dalam kegiatan pemeriksaan mata gratis yang dilaksanakan di Samarinda, sebagai bagian dari program nasional kerja sama antara TP PKK dan YSN Melihat Nasional, di Balai Kesehatan Kaltim, Sabtu (14/6/2025).

Syirah (66), warga yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, mengaku baru pertama kali memeriksakan matanya secara medis. Selama tiga tahun terakhir, ia hanya mengandalkan kacamata baca murah yang dibeli di pasaran.

"Ini pertama kalinya bagi saya periksa mata. Selama ini saya pakai kacamata murah aja yang 25 ribuan sudah 3 tahun. Saya baru tahu ketika dipanggil, selama ini kalau tidak pakai kacamata itu tidak kelihatan," ucap Syirah saat ditemui di Balai Kesehatan Kaltim, Sabtu (14/06/2025).

Clarensia (16), siswi SMA Negeri 3 Samarinda, juga mendapat kesempatan memeriksakan mata untuk pertama kalinya. Ia mengaku sudah lama merasa penglihatannya bermasalah, namun baru bisa memastikan kondisinya lewat pemeriksaan ini.

"Saya tadi periksa ada minus dan silinder. Ini pertama kalinya saya periksa tapi memang sudah merasa kalau mata saya bermasalah," ucapnya.

Pengalaman Syirah dan Clarensia menggambarkan bahwa gangguan penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, atau silinder sering kali tidak terdeteksi dan tidak tertangani.

Padahal, dampaknya bisa signifikan mengganggu proses belajar, menurunkan produktivitas, hingga membahayakan keselamatan saat beraktivitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin, juga mengatakan bahwa masalah gangguan refraksi memang cukup tinggi prevalensinya, namun masih banyak yang belum tertangani.

"Kita lihat bahwa ternyata prevalensi masyarakat yang mengalami gangguan refraksi itu tinggi juga, itu 6,5 persen,"kata Jaya.

Oleh sebab itu ia menyampaikan, TP PKK Nasional dan YSN Melihat Nasional mengadakan pemeriksaan mata massal di Kaltim. Menyasar 2.000 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari pelajar hingga lansia.

"Rencananya ada 2.000 peserta yang akan diberikan kacamata secara bertahap. Jadi di Balikpapan 800, di sini 1.200. Dan dari mulai SD, SMP, SMA, sama lansia," tutupnya. (skn)



Pasang Iklan
Top