• Selasa, 03 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPMD Kutai Kartanegara



DPMD Kukar rutin lakukan pendampingan pelaku usaha kecil.


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui dua kegiatan utama yakni pengembangan kewirausahaan bagi kelompok usaha kecil menengah (UKM) serta pelatihan untuk rumah tangga miskin.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan di beberapa desa yang dinilai memiliki potensi serta kebutuhan penguatan kapasitas masyarakat.

Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Ahmad Irji, menjelaskan bahwa dirinya turut menjadi pendamping dalam pelaksanaan program ini karena sejalan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

"Secara prinsip, kegiatan ini bertujuan untuk pembinaan dan peningkatan kapasitas UKM serta ekonomi masyarakat desa," ungkap Irji Jumat (13/6/2025).

Ia menambahkan, pada tahun 2024 lalu kegiatan serupa telah dilakukan di dua lokasi, yaitu Desa Sungai Meriam di Kecamatan Anggana dan Desa Bukit Raya di Kecamatan Samboja. Di Bukit Raya, kegiatan difokuskan pada pelatihan pengembangan kewirausahaan untuk satu kelompok UKM, sementara di Sungai Meriam lebih diarahkan pada pelatihan penanggulangan kemiskinan yang melibatkan tiga kelompok masyarakat.

Irji menekankan bahwa pendekatan pembangunan desa yang dilakukan DPMD bersifat holistik.

"Konsepnya adalah kita ‘keroyok’ desa agar bisa mandiri. Pemerintah menargetkan agar desa dapat naik status dari desa tertinggal menjadi desa berkembang, desa maju, hingga akhirnya menjadi desa mandiri," jelasnya.

Untuk menilai kemajuan tersebut, DPMD Kukar menggunakan Indeks Desa Membangun (IDM) yang mencakup tiga komponen utama: Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), Indeks Ketahanan Sosial (IKS), dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL).

"Indeks ini membantu kami melihat sektor mana yang masih perlu diperkuat. Misalnya, jika UKM-nya sudah berkembang, maka poin ekonomi desa juga ikut naik," tambah Irji.

Salah satu contoh keberhasilan pembinaan UKM adalah UKM Mawar dari Desa Sepatin. Produk kerupuk udang mereka kini telah masuk ke hotel-hotel karena memiliki rasa yang khas dan kemasan yang menarik. Hal ini menunjukkan bahwa UKM lokal memiliki daya saing tinggi apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

"Ke depan, harapannya UKM seperti Mawar bisa tumbuh mandiri tanpa terus-menerus bergantung pada bantuan desa. Kami ingin mereka bisa menjadi pelopor usaha ekonomi lokal yang kuat," tegas Irji.

Melalui program-program ini, DPMD Kukar optimis bahwa desa-desa di Kukar akan mampu meningkatkan status pembangunannya, sekaligus mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top