
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Kutai Kartanegara dilaksanakan pada Sabtu 19 April 2025. Namun, tahapan demokrasi ini belum sepenuhnya berakhir, masih ada tahapan-tahapan selanjutnya sampai penetapan dan pelantikan.
Untuk itu, Ketua Pemuda Pemudi Gereja Toraja (PPGT) Jemaat Siporannu Kutai, Desa Loa Duri Ulu, Chindy Wulandari Talobong, mengajak seluruh pemuda pemudi serta masyarakat untuk dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca PSU di Kabupaten Kukar.
"Momentum peringatan hari kebangkitan Yesus kristus, Pemuda Pemudi Gereja Toraja Jemaat Siporannu Kutai Desa Loa duri ulu melaksanakan ibadah, serta mengajak pemuda pemudi untuk dapat menjaga situasi Kamtibmas pasca Pemungutan Suara Ulang di Kabupaten Kukar, " ujar Chindy Wulandari Talobong, Jum
Ia juga meminta, khususnya kepada pemuda pemudi serta masyarakat Kukar agar tidak terpancing isu provokatif yang dapat mengganggu jalannya PSU dan pasca PSU. Pemuda pemudi serta masyarakat Kukar agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Yang paling terpenting, jangan mudah terprovokasi isu-isu yang tidak benar. Saring sebelum sharing informasi di media sosial, dan segera laporkan kepada pihak berwajib jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, terutama yang berpotensi mengganggu Kamtibmas pasca PSU, " tuturnya.
Ia mengaku, keamanan dan kenyamanan sebelum dan pasca PSU bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak keamanan saja, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama.
"Sangat penting untuk menjaga kondusivitas pasca PSU ini. Karena kemenangan peserta PSU Pilkada Kukar bukanlah kompetisi. Namun merupakan kemenangan pilihan rakyat, sebagaimana telah diatur Pilkada sebagai pesta demokrasi negara, " ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perbedaan pendapat yang mungkin muncul pasca PSU Pilkada Kukar.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, serta menjauhkan diri dari segala informasi yang dapat merusak kedamaian. Kita semua adalah satu keluarga besar, dan tugas kita adalah menjaga ketentraman untuk masa depan Kabupaten Kukar yang lebih baik,” tutup Chindy. (One)