
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sejak 1 April 2025, Rinda Desianti resmi menerima amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Ia menggantikan pejabat sebelumnya yang telah memasuki masa pensiun.
"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya menyadari bahwa banyak prestasi yang telah diraih oleh teman-teman Diarpus, dan saya sangat mengapresiasi hal itu. Prestasi tersebut harus terus ditingkatkan, atau minimal dipertahankan," ujar Rinda usai serah terima jabatan di Perpustakaan Umum Kukar Rabu (9/4/2025).
Namun demikian, ia juga menyoroti masih adanya kekurangan yang harus dibenahi secara bersama. Rinda menekankan pentingnya kerja kolektif agar Diarpus dapat terus berkembang, setidaknya hingga ada pejabat definitif yang memimpin secara permanen.
Mengawali masa jabatannya, Rinda mengaku masih dalam tahap pembelajaran dan belum sepenuhnya memahami struktur serta program kerja Diarpus. Meski begitu, ia telah menetapkan fokus awal pada hal-hal administratif, khususnya dalam pengelolaan keuangan seperti gaji dan administrasi lainnya yang perlu ditata lebih baik.
Selanjutnya, Rinda merencanakan untuk menggelar rapat internal guna mendengarkan langsung program dan kegiatan yang telah dirancang untuk tahun 2025. Ia berharap melalui diskusi tersebut, arah kebijakan Diarpus dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual.
Dalam masa kepemimpinannya, Rinda menetapkan dua target utama. Pertama adalah pengadaan depo arsip yang representatif. Menurutnya, keberadaan depo arsip yang memenuhi standar sangat penting, terutama dalam pengelolaan dokumen penting seperti naskah kuno.
"Kalau pun dokumen dari luar negeri dibawa ke sini, akan percuma jika tempat penyimpanannya tidak sesuai standar. Di luar negeri, depo arsip dikelola dengan kontrol suhu dan kelembaban tertentu agar dokumen tetap terjaga dengan baik. Kita harus menuju ke arah itu," jelasnya.
Target kedua adalah pengembangan perpustakaan sebagai destinasi wisata edukatif, khususnya bagi anak-anak. Rinda menyampaikan keprihatinannya terhadap menurunnya minat baca generasi muda di era digital.
"Dulu ada ungkapan bahwa
Untuk itu, ia mendorong berbagai upaya kreatif guna meningkatkan literasi anak, salah satunya melalui lomba bertutur atau mendongeng yang mengandalkan kekuatan narasi, sebagaimana dikenal dalam tradisi antropologi.
"Guru ngaji dan guru sekolah dulu sering bercerita dengan cara yang menarik, bisa menirukan suara binatang, angin, dan sebagainya. Itu memancing rasa ingin tahu saya, dan membuat saya ingin mencari jawabannya lewat buku," ungkap Rinda.
Dengan semangat kolaboratif, Rinda berharap masa transisinya sebagai Plt Kepala Diarpus bisa membawa kontribusi nyata dan menjadi pondasi kuat bagi pengembangan lembaga di masa mendatang. (adv/dri)