
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meraup keuntungan besar dalam gelaran Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 yang berlangsung meriah sejak 3 hingga 6 April di Lapangan Pasar Kuala Samboja, Kecamatan Samboja.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kukar ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan potensi wisata pesisir, tetapi juga membuka ruang ekonomi yang luas bagi pelaku UMKM lokal. Puluhan stan berdiri rapi di sekitar area acara, menampilkan beragam produk mulai dari kuliner khas pesisir, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya.
Salah satu pelaku UMKM, Tegar, pemilik usaha kuliner Rasa Laut Samboja, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan. Ia menyebut bahwa pendapatannya meningkat drastis selama empat hari berlangsungnya acara.
“Biasanya dalam seminggu saya hanya bisa menjual 100 porsi makanan laut. Tapi selama acara ini, saya bisa menjual lebih dari 300 porsi per hari. Omset saya naik lebih dari tiga kali lipat,” ujarnya saat ditemui pada hari terakhir acara, Minggu (6/4/2025).
Tegar juga mengapresiasi fasilitas yang disiapkan oleh panitia, terutama tenda gratis, listrik, dan promosi melalui media sosial resmi milik Dinas Pariwisata Kukar. Menurutnya, hal itu sangat membantu pelaku usaha kecil seperti dirinya untuk tampil dan dikenal masyarakat lebih luas, termasuk oleh wisatawan dari luar daerah.
Sementara itu, pelaku UMKM lainnya, Fitriani, pemilik usaha kerajinan tangan Samboja Craft, juga turut merasakan manfaat besar dari acara ini. Ia mengatakan bahwa permintaan terhadap produk kerajinannya, seperti gelang, tas anyaman, dan gantungan kunci berbahan dasar rotan, mengalami lonjakan tajam.
“Hari pertama saja saya sudah kehabisan stok gelang rotan. Banyak pengunjung, terutama dari luar kota, tertarik dengan produk lokal kami. Bahkan ada yang minta nomor kontak untuk pemesanan setelah acara,” tutur Fitriani.
Menurutnya, ajang seperti ini sangat efektif untuk mengenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Ia juga berharap acara semacam ini bisa digelar secara rutin dan ditingkatkan dalam hal promosi serta fasilitas.
“Kami butuh lebih banyak event seperti ini, bukan hanya sekali setahun. Ini bukan sekadar pameran, tapi jadi penggerak ekonomi lokal,” tambahnya. (Dri)