• Senin, 08 Desember 2025
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG (KutaiRaya.com) Sejumlah masyarakat di Desa Loleng mengeluhkan aktivitasnya terhambat akibat belum menikmati jaringan listrik. Hal ini telah dirasakan sejak lama, namun belum ada tindaklanjut dari pihak terkait.

Salah satu warga Desa Loleng Ira menjelaskan, ada beberapa rumah di Loleng belum menikmati jaringan listrik. Warga telah mengusulkan atau menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah desa, namun respon dari pemerintah desa mengarahkan langsung ke PLN.

"Kami sudah menghubungi pihak PLN pada Desember 2024 lalu, namun respon dari PLN terkendala dengan tiang listrik belum ada dan meminta surat resmi dari pemerintah desa," kata Ira pada Kutairaya, Sabtu (5/4/2025).

Ia mengaku, selama ini untuk menikmati pelayanan dasar listrik hanya menumpang dengan tetangga, dengan membantu iuran sebanyak 150 ribu per bulan.

"Kami berharap pemerintah daerah atau desa dapat membantu, khususnya dalam meningkatkan pelayanan dasar listrik," akunya.

Menurutnya, pelayanan dasar listrik ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Hampir seluruh aktivitas masyarakat bergantung kepada listrik.

"Listrik ini sangat penting untuk kegiatan kami khususnya dalam melaksanakan usaha, tanpa listrik pastinya kesulitan atau menghambat aktivitas sehari hari," ucapnya

Sementara itu Kepala Desa Loleng Rafii mengaku masih ada beberapa warganya belum menikmati jaringan listrik. Untuk itu, pemerintah desa terus berupaya dan berkomitmen menyelesaikan persolan listrik di desanya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, untuk memasangkan jaringan listrik. Tapi semua itu ada proses atau tahapannya," sebut Rafii

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arinto mengatakan, bagi warga yang belum menikmati jaringan listrik bisa melaporkan kepada pengurus RT. Kemudian pengurus RT menyampaikan kepada pemerintah desa dan pemerintah desa bisa menindaklanjuti ke pemerintah kabupaten.

"Pemasangan jaringan listrik ini bagian dari program pemerintah daerah. Sehingga ini menjadi komitmen pemerintah daerah," kata Arianto.

Pihaknya menegaskan, pemasangan jaringan listrik ini tak semudah yang dibayangkan. Pihak terkait pastinya juga mempertimbangkan akses maupun jumlah penduduk yang membutuhkan listrik.

"Pihak PLN pastinya memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan jaringan baru, jika itu masuk perhitungan pastinya bisa dipasangkan," ucapnya.

Ia terus mendorong PLN untuk dapat memasangkan jaringan listrik baru kepada masyarakat Kukar. Dalam hal ini, Pemkab Kukar terus mencari solusi agar seluruh masyarakat menikmati pelayanan dasar listrik. (Ary)



Pasang Iklan
Top