• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kutai Kartanegara (Kukar) terus dikebut. Meski tahapan sudah berjalan sesuai jadwal, sejumlah tantangan masih membayangi penyelenggara. Waktu yang semakin sempit serta kendala logistik menjadi faktor utama yang perlu segera diatasi agar PSU berjalan lancar dan sukses.

Setelah menetapkan pasangan calon (Paslon) dan nomor urut pada 23 Maret 2025, KPU Kukar kini menghadapi fase krusial, kampanye dan distribusi logistik. Masa kampanye yang berlangsung dari 26 Maret hingga 15 April 2025 menjadi ajang bagi Paslon untuk menarik dukungan publik, tetapi di sisi lain, KPU harus memastikan semua aspek teknis berjalan tanpa hambatan.

Ketua KPU Kukar, Rudi Gunawan, mengakui bahwa persiapan PSU bukan perkara mudah. Selain memastikan tahapan berjalan sesuai aturan, mereka juga dihadapkan pada keterbatasan logistik. Salah satu tantangan terbesar adalah pengadaan bilik suara.

"Dari kebutuhan 1.447 bilik suara, kami baru memiliki 40 cadangan. Kami harus memastikan apakah bilik suara yang tersisa masih bisa digunakan. Jika tidak, tentu harus ada solusi cepat," ujar Rudi Selasa (25/3/2025)

Tak hanya bilik suara, pencetakan surat suara juga masih dalam tahap pertimbangan. KPU Kukar masih menimbang apakah tetap menggunakan penyedia lama atau mencari alternatif lain yang lebih cepat dan efisien.

Dalam upaya menjaga kondusivitas, KPU Kukar telah meniadakan kampanye akbar. Sebagai gantinya, sosialisasi dilakukan melalui pertemuan tatap muka dan satu kali debat kandidat.

"Debat kandidat akan kami gelar sekali saja. Untuk lokasi masih dalam tahap koordinasi," kata Rudi.

Keputusan ini tentu berpengaruh pada strategi masing-masing Paslon dalam mendekati pemilih. Tanpa kampanye besar-besaran, mereka harus lebih aktif memanfaatkan jaringan dan kampanye berbasis komunitas untuk menarik suara.

Dengan waktu yang semakin mendekati hari pemungutan suara, KPU Kukar harus bergerak cepat. Tantangan bukan hanya datang dari kesiapan logistik, tetapi juga memastikan semua tahapan berjalan transparan dan adil.

"Kami berharap semua pihak, termasuk Paslon dan pendukungnya, bisa menjaga suasana tetap kondusif. PSU ini harus menjadi momentum demokrasi yang lebih baik," pungkas Rudi. (dri)



Pasang Iklan
Top