
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Festival Kreatif Pemuda Ramadan (FKPR) ke-2 tahun 2025 kembali hadir dengan tema "Kreativitas Pemuda, Berkah Ramadan". Acara ini akan digelar pada 12–15 Maret 2025 di Halaman Parkiran Pendopo Bupati Kukar.
Lebih dari sekedar festival, FKPR menjadi panggung bagi pemuda untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui berbagai lomba, hiburan, dan kegiatan positif sepanjang bulan suci Ramadan.
Kabid Kepemudaan, Kewirausahaan, dan Kepramukaan (K3) Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar Dery Wardhana menjelaskan bahwa FKPR merupakan agenda tahunan yang telah ditetapkan oleh Bupati.
"Momen Ramadan ini kami manfaatkan untuk memberikan ruang bagi pemuda menyalurkan bakat dan minatnya. Salah satu kegiatan unggulan adalah lomba kaligrafi, yang biasanya hanya diadakan saat MTQ tingkat kabupaten," ujar Dery Kamis (6/3/2025)
Karena minimnya event khusus lomba kaligrafi di luar MTQ, Dispora Kukar bersama Kadis Dispora Aji Ali Husni menginisiasi penyelenggaraan kompetisi ini.
"Pak Kadis sendiri memiliki pengalaman menggelar acara serupa ketika masih aktif di Kwarcab. Kami ingin memberikan kesempatan lebih luas bagi para pemuda untuk menunjukkan kemampuannya," tambahnya.
Dispora juga mengundang berbagai pihak untuk berpartisipasi, termasuk sekolah-sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas seni, serta Ikatan Remaja Masjid (IRMA).
"Untuk peserta dari luar daerah, kami sudah menyiapkan tempat menginap, sehingga mereka bisa mengikuti festival ini dengan nyaman," jelasnya.
Dari segi persiapan, FKPR tahun ini lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Masjid Agung agar tidak terjadi bentrokan jadwal. Tahun lalu ada acara besar yang didukung Dinas Pariwisata di Masjid Agung, sehingga peserta sempat bingung memilih kegiatan yang akan diikuti," ungkapnya.
Selain lomba kaligrafi, salah satu kompetisi unik yang akan digelar adalah lomba menyeduh kopi.
"Jika kita lihat sejarahnya, kopi sudah dikonsumsi sejak zaman Nabi, terutama saat malam Ramadan. Saat ini, komunitas pecinta kopi di Kukar cukup aktif, tetapi belum ada event resmi untuk mewadahi mereka. Padahal, banyak dari mereka yang sudah berkompetisi di tingkat regional hingga nasional," jelasnya.
Menurutnya, FKPR menjadi ajang penting bagi pemuda Kukar untuk mengembangkan minat dan bakat mereka.
"Selama Ramadan, pemuda-pemuda ini butuh wadah untuk menyalurkan kreativitas. Saya lihat, peserta lomba menyeduh kopi sudah mulai latihan di kafe-kafe, mengasah teknik mereka. Mayoritas peserta memang pelajar, tetapi kategori umum juga tersedia," ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, FKPR juga menjadi ruang silaturahmi bagi berbagai komunitas dan pelaku seni.
"Biasanya mereka tampil di Titik Nol, tetapi karena ini bulan Ramadan, kami mengajak mereka untuk berkolaborasi di FKPR. Kami berharap festival ini bisa menjadi wadah yang lebih besar bagi mereka untuk berkembang," pungkasnya.
Dengan semakin banyaknya partisipasi dari berbagai pihak, FKPR diharapkan tidak hanya sukses dalam pelaksanaan, tetapi juga mampu menghidupkan perekonomian kreatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kukar secara luas. (Dri/Adv)