
(Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kukar Norjali)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki tahapan pelunasan pertama. Tahun ini, Kukar mendapatkan kuota sebanyak 522 jamaah yang disediakan oleh pemerintah pusat.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Norjali, mengungkapkan bahwa saat ini proses pelunasan tahap pertama masih berlangsung.
"Hingga kemarin, sebanyak 296 orang telah melakukan pelunasan, yang berarti masih sekitar setengah dari total kuota yang tersedia," ujar Norjali Rabu (5/3/2025)
Pelunasan tahap pertama ini berlangsung dari 14 Februari hingga 14 Maret 2025. Setelah itu, akan dibuka kembali pelunasan tahap kedua, yang dijadwalkan mulai 24 Maret hingga 17 April 2025 bagi jamaah yang belum menyelesaikan pembayaran.
Norjali menjelaskan bahwa mekanisme keberangkatan calon jamaah haji tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi sebelum keberangkatan.
"Pertama, calon jamaah harus terdaftar di SISKOHAT, yang berarti mereka telah resmi menjadi calon jamaah haji dari Kota Ikatan Negara. Kedua, mereka harus memiliki nomor porsi haji. Saat ini, yang mendapat giliran berangkat adalah pendaftar tahun 2012, dengan masa antrean sekitar 12-13 tahun," jelasnya.
Selain itu, calon jamaah juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan atau istitha
Terkait jadwal keberangkatan, Norjali mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, embarkasi dari Balikpapan diperkirakan akan dimulai pada 2 Mei 2025.
"Untuk pembagian kloter jamaah haji dari Kukar, kami masih menunggu data pelunasan. Jika seluruh kuota 522 jamaah terpenuhi atau bahkan ada tambahan, maka akan dilakukan penyesuaian," tambahnya.
Norjali berharap agar seluruh jamaah haji dari Kukar dapat berangkat dalam keadaan sehat dan selamat serta menjalankan ibadah haji dengan sempurna.
"Kami ingin memastikan jamaah berangkat dalam keadaan sehat dan kembali dengan status haji yang sah. Jangan sampai ada yang mengalami kendala kesehatan sehingga tidak bisa melaksanakan ibadah dengan baik. Semoga seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar, dan para jamaah mendapatkan predikat haji mabrur," tutupnya. (Dri)