• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Survei terbaru yang dilakukan oleh Searchi Borneo Indonesia mengungkap dinamika politik menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar). Survei ini melibatkan 280 responden yang dipilih secara acak berdasarkan desa dan kelurahan se-Kukar, dengan margin of error 5%.

Direktur Eksekutif Searchi Borneo, Martain, menyebutkan bahwa survei dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dan pakar yang memiliki pengalaman dalam penelitian serupa. Mereka turun langsung ke lapangan untuk memastikan data yang dikumpulkan akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Hasil survei menunjukkan lima nama tertinggi dalam perilaku pemilih pada PSU Pilbup Kukar, yakni Maslianawati (istri Edi Damansyah), Sunggono, Abdul Rasyid, Hadi Mulyadi, Chairil Anwar

Dari hasil survei, elektabilitas Maslianawati berada di posisi teratas dengan tingkat kepercayaan 47,5%, disusul Sunggono (15%), Abdul Rasyid (11,79%), Hadi Mulyadi (6,79%), dan Chairil Anwar (4,64%).

Lebih lanjut, survei juga meneliti pasangan calon yang paling berpeluang di PSU. Jika Pilkada Kukar dilakukan hari ini, 65% responden memilih pasangan Rendi Solihin dan Maslianawati. Sementara itu, simulasi lain menunjukkan bahwa jika Maslianawati maju sebagai calon bupati dengan Rendi Solihin sebagai wakil, tingkat kepercayaan publik mencapai 63,93%.

Beberapa simulasi pasangan lain yang diuji dalam survei meliputi Rendi Solihin – Chairil Anwar: 47,14%, Rendi Solihin – Sunggono: 45%, Rendi Solihin – Tauhid Afrilian Noor (Toi): 43,93%, Rendi Solihin – Abdul Rasyid: 46,43%

Menurut Martain, hasil survei ini menunjukkan bahwa rata-rata 47,5% pemilih dari 20 kecamatan di Kukar menilai Maslianawati sebagai sosok yang paling layak menggantikan Edi Damansyah dan mendampingi Rendi Solihin dalam PSU mendatang.

"Kedekatan figur dengan masyarakat menjadi faktor penting yang memengaruhi tingkat partisipasi dalam PSU pada April nanti,"ujar Martain.

Survei juga memetakan karakteristik pemilih di Kukar. Mayoritas pemilih yang terlibat dalam survei adalah kelompok usia dewasa yang sudah memiliki hak suara dalam pemilu, menunjukkan tingkat kesadaran politik yang cukup tinggi.

Dari segi pekerjaan, mayoritas responden berasal dari latar belakang pedagang, pelaku UMKM, karyawan, dan ibu rumah tangga. Kelompok ini dianggap paling terdampak oleh kebijakan daerah, sehingga memiliki tingkat ketertarikan yang tinggi terhadap program-program pemerintah.

Dalam aspek pendidikan, survei menyoroti bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA. Hal ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam akses pendidikan tinggi di Kukar.

Dari sisi etnisitas, Kukar menunjukkan keberagaman suku dengan dominasi suku Kutai (43,21%), diikuti oleh suku Jawa dan kelompok etnis lainnya dalam jumlah yang lebih kecil.

"Populasi Kukar memang didominasi oleh suku Kutai, sehingga preferensi politik pun turut dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial," jelas Martain.

Temuan survei ini menjadi bahan pertimbangan penting bagi para kandidat dalam menyusun strategi pemenangan. Dengan memahami profil dan preferensi pemilih, calon bupati dan wakilnya dapat lebih efektif dalam menarik dukungan.

Meskipun hasil survei memberikan gambaran yang cukup akurat dengan margin of error 5%, Martain menegaskan bahwa peta politik masih dapat berubah, terutama setelah pendaftaran calon dan penetapan nomor urut yang dijadwalkan berlangsung sebelum PSU pada 25 April 2025. (dri)



Pasang Iklan
Top