• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



BERAU,(KutaiRaya.com) Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan kembali digelar di Kecamatan Kelay pada Rabu (12/2/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Warji, yang mewakili Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.

Dalam kegiatan tersebut, pemenuhan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama dalam usulan pembangunan.

Camat Kelay, Thoris, menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat kampung yang berlangsung sejak 20 Januari hingga 7 Februari 2025 menghasilkan 224 usulan.

"Usulan ini telah dimasukkan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), meski hanya 212 usulan yang berhasil terinput. Sisanya dibatalkan, namun kami berharap usulan yang belum masuk tetap dapat diakomodasi karena ini menjadi prioritas bagi kampung-kampung," ungkapnya.

Sebagian besar usulan yang diajukan berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan jalan, jembatan, penyediaan listrik, air bersih, dan peningkatan jaringan telekomunikasi. Salah satu usulan penting adalah pembangunan jalan penghubung yang menghubungkan ibu kota kecamatan dengan seluruh kampung, untuk mempermudah akses pembinaan masyarakat oleh pemerintah.

Selain itu, Thoris menambahkan pentingnya perhatian terhadap jaringan telekomunikasi, terutama untuk mendukung penerapan konsep smart city.

"Terlebih lagi, pada tahun ini absensi online mulai diterapkan, sehingga kualitas jaringan telekomunikasi yang memadai sangat dibutuhkan," ujarnya.

Terkait kendala yang dihadapi kampung-kampung di Kelay, Thoris menjelaskan bahwa permasalahan batas wilayah antar-kampung belum sepenuhnya selesai, sehingga menghambat penyusunan profil kampung dalam perlombaan tingkat provinsi dan nasional. "Kejelasan batas wilayah sangat penting agar kampung dapat menyusun profil dengan jelas," ujarnya.

Selain masalah batas wilayah, tantangan lainnya adalah kurangnya tenaga kesehatan dan pendidikan. Beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) dan sekolah di Kelay kekurangan sumber daya manusia (SDM), yang berdampak pada kualitas pelayanan.

"Ini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan regulasi, di mana pegawai tidak tetap (PTT) yang belum bekerja dua tahun tidak bisa diperpanjang kontraknya," kata Thoris.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Warji mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, pemerintah akan melaksanakan sejumlah program pembangunan di Kecamatan Kelay. Program-program tersebut mencakup pembangunan jalan poros Muara Lesan–Merasa, jalan lingkar Muara Lesan–Kelay, jalan Merapun–Muara Lesan, jalan poros Panaan, serta lanjutan pembangunan jembatan Muara Lesan dan peningkatan akses Wi-Fi.

Di sektor kesehatan, pemerintah juga akan menambah ruang bersalin di Merapun, melakukan rehabilitasi total Pustu Merapun, dan membangun rumah dinas di Long Boy. Untuk mendukung sektor pertanian, pemerintah akan memberikan bantuan pupuk, 8.000 bibit kakao, dan bibit bawang kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Warji mendorong kepala kampung untuk menggali potensi lokal yang ada. "Kami melihat banyak sektor potensial yang bisa dikembangkan. Jika dikelola dengan baik, sektor-sektor ini dapat meningkatkan perekonomian kampung. Pemerintah siap memberikan dukungan penuh," ujarnya. (kr)



Pasang Iklan
Top